Tangerang, hariandialog.co.id.- Salah seorang dari anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten melakukan hal yang
berbeda dalam memperingati Hari Lahir Pancasila yaitu dengan
menyambangi Yayasan Emas Indonesia Rumah Penaga Tangerang.
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham
Garuda Laksono, kegiatan itu dilakukan guna mengajak anak-anak
mengimplementasikan nilai Pancasila melalui aksi nyata mulai dari
kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan kebangsaan, hingga
penguatan semangat inklusivitas.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak selalu harus
diwujudkan melalui upacara dan seremoni, tapi lewat tindakan nyata
yang menyentuh kehidupan masyarakat dalam membangun semangat generasi
muda dalam bernegara,” ujar Abraham kepada awak media, Selasa, 2 Juni
2026.
Berlokasi di Komplek Dasana Indah Blok TB2, Jalan Nusantara
9 Nomor 7, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Abraham
menyerahkan tanaman, membagikan buku seri pahlawan nasional tentang
Bung Karno, serta membagikan kaus bertema revolusioner kepada puluhan
peserta kegiatan.
Beragam aktivitas itu menjadi sarana edukatif menanamkan
nilai kebangsaan, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap lingkungan
sejak usia dini dengan kehangatan.
Sebab Pancasila dinilai sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus
terus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman
masyarakat Indonesia.
“Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa wajib menjadi
pedoman dalam menyatukan keberagaman bangsa Indonesia,” sambungnya.
Menurut Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan
Pariwisata DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten itu, Hari Lahir
Pancasila menjadi momentum mengingat kembali pentingnya mempersatukan
bangsa lewat keberagaman budaya, suku dan agama.
Pasalnya tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut
seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat semangat gotong royong
dan kebersamaan.
Kegiatan berlangsung pada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan
dan pembinaan anak dengan semangat inklusivitas itu memberi kesempatan
belajar yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi
fisik.
Terlebih adanya lima anak penyandang disabilitas yang
belajar menjadi cerminan nyata nilai-nilai Pancasila yang menjunjung
tinggi kemanusiaan, persamaan hak dan keadilan sosial. “Di tengah
berbagai tantangan zaman, mari terus menjaga persatuan, memperkuat
gotong royong, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari,” ungkapnya. tulis tribune. (ita-01)
