Semarang, hariandialog.co.id.- Pemerintah daerah di Jawa Tengah
diajak untuk terus memperbaiki tata kelola sampah. Kebakaran di Tempat
Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin harus menjadi momentum perbaikan
tersebut.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan,
peristiwa di Jatiwaringin menunjukkan masih rentannya sistem
pengelolaan sampah yang di sejumlah daerah masih mengandalkan metode
open dumping. “Ini harus menjadi peringatan keras, bahwa open dumping
sudah tidak bisa lagi ditoleransi,” ungkapnya.
Apalagi, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, dalam kondisi
cuaca kering dan peningkatan suhu, TPA yang dibiarkan terbuka dapat
berubah menjadi sumber kebakaran yang mengancam kesehatan masyarakat
dan lingkungan. “Perubahan iklim harus disadari oleh semua pihak,
bahwa itu bisa meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di TPA,” sebut
politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Berdasarkan berbagai proyeksi klimatologi, Indonesia
berpotensi menghadapi musim kemarau yang lebih panjang pada paruh
kedua 2026, sehingga meningkatkan potensi kebakaran di lokasi
pembuangan sampah yang belum dikelola secara memadai, tulis vivanew.
(nanang-01)
