Jakarta, hariandialog.co.id.-
– Suasana di Jalan Samali Ujung, RT 011 RW 04, Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026), mendadak memanas.
Puluhan warga yang mayoritas ibu-ibu mendatangi sebuah rumah mewah yang tengah direnovasi.
Mereka memprotes aktivitas pembangunan yang tetap berjalan meski sebelumnya telah mendapat teguran dari pengurus lingkungan.
Suara keberatan warga terdengar di depan rumah tersebut.
Mereka meminta persoalan itu tidak dibiarkan berlarut-larut hingga berujung pada konflik antarwarga.
Ketegangan semakin terasa karena bukan hanya aktivitas renovasi yang dipersoalkan.
Warga juga mengeluhkan akses jalan menuju rumah mereka yang disebut tertutup akibat aktivitas di rumah tersebut.
Desi Maulida, salah satu warga yang memprotes, mengatakan persoalan itu membuat keluarganya kesulitan keluar masuk rumah.
“Ini ada akses jalan menuju rumah saya. Kendaraan kami tidak bisa melintas karena akses jalan mereka tutup,” kata Desi di lokasi.
Karena akses tertutup, kendaraan keluarga disebut tidak lagi dapat melintas dengan leluasa.
Desi pun meminta persoalan tersebut dibicarakan secara terbuka dan tidak diputuskan sepihak.
Pasalnya, rumah mewah yang kini tengah direnovasi tersebut sebelumnya merupakan aset milik Desi, tulis wartakotalive. (irul-01)
