Surabaya, hariandialog.co.id.- Jumlah RS swasta di Surabaya yang
lockdown bertambah. RS-RS yang merawat pasien COVID-19 yang lockdown
kali ini bertambah 7. Total saat ini 11 RS yang overload.
Dari pantauan detikcom, 7 RS swasta yang lockdown yakni RS Premier
Surabaya, RS Royal Surabaya, RS PHC Surabaya, RS National Hospital, RS
Wiyung, RS Adi Husada Undaan Wetan dan RS Islam Surabaya (RSIS) A
Yani.
Berikut 11 RS Swasta di Surabaya yang lockdown:
1. RS Premier Surabaya
Memalui akun instagram @rspremiersurabaya menyampaikan, jika mulai 5
hingga 7 Juli pelayanan IGD redzone dan poliklinik rawat jalan tutup
sementara. Hal tersebut untuk meningkatkan pelayanan yang disesuaikan
dengan kondisi terkini.
2. RS Islam Surabaya (RSIS) A Yani
Sama halnya dengan RSI Jemursari, RSIS A Yani juga lockdown sejak
Sabtu 3 Juli 2021. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah
pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut.
Dirut RSI A Yani, dr Dodo Anando mengatakan, jika penutupan ini
bersifat dinamis. Artinya IGD baru bisa menerima lagi pasien COVID-19
kalau ada yang kosong. “Ya betul tapi dinamis,” singkatnya.
3. RS Royal Surabaya
Jika di IGD RS Royal, penutupan sejak Sabtu 3 Juli 2021 ini bukan
karena overload. Melainkan pasokan oksigen yang tidak ada.
“Saat ini IGD kami masi tutup sementara, bukan karena overload, tetapi
karena pasokan oksigen yang belum ada, info baru sekitar siang nanti
kami dapat oksigen,” kata Jubir COVID-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa
Nyoman Sutanaya SH MHKes MARS.
4. RS PHC Surabaya
IGD RS PHC sementara tutup sejak Jumat, 2 Juli 2021. Humas PHC
Surabaya, Irfan Prayogo menyampaikan, jika per 5 Juli, Bed Occupany
Rate (BOR) Rawat Inap COVID-19 di RS PHC Surabaya sebesar 100%, secara
riil di IGD pasien juga terus berdatangan. Saat ini terdapat pasien
yang masih antre menunggu kamar, beberapa dengan kondisi sesak yang
memerlukan alat bantu nafas.
“Sesuai dengan kondisi riil yang kami alami, maka dengan berat hati
kami sampaikan bahwa saat ini kami sampaikan mohon maaf, IGD sementara
ditutup, kami sedang mengoptimalkan pelayanan yang telah melebih
kapasitas sejak Jumat (2/7). Namun perlu diingat bersama, bahwa
kondisi di lapangan bisa sangat dinamis,” kata Irfan.
5. RS National Hospital
Pihak RS National Hospital juga membenarkan jika IGD RS di kawasan
Surabaya Barat ini tutup sementara. “Iya, masih tutup sementara,” kata
Marketing National Hospitas, Valen.
6. RS Wiyung
Direktur utama RS Wiyung, dr Eko Wahyu Agustin MM membenarkan jika IGD
RS Wiyung tutup sementara sejak Jumat, 2 Juli 2021. Akan tetapi untuk
IGD non COVID-19 tetap buka.
“IGD non COVID-19 kami masih tetap buka. Yang sementara tutup adalah
IGD khusus (untuk COVID-19 dan gangguan pernapasan),” kata Eko.
7. RS Adi Husada Undaan Wetan
Sejak Minggu 4 Juli 2021, IGD COVID-19 di RS Adi Husada Undaan Wetan
sementara tutup. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Unit Pemasaran &
Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Sylvia Sumitro.
“Memang betul, kemarin IGD kami tutup sementara, karena bed di IGD
sudah full dan masih ada banyak antrean. Jadi kasihan pasien kalau
sudah daftar dan antre tapi tidak tau kapan bisa ditangani. Bila
pasien dalam antrian sudah tertangani semua dan sudah bisa menerima
pasien, maka kami buka kembali,” tutupnya.
8. RS Husada Utama (RSHU) Surabaya
RSHU juga merupakan salah satu RS rujukan COVID-19 utama di Surabaya.
Namun pada Minggu, 4 Juli 2021 RSHU akhirnya melakukan lockdown pada
IGD karena overload.
Hal ini dibenarkan oleh Dirut RSHU dr Didi Dewanto SpOG. Jika pasien
COVID-19 yang antre di IGD kondisinya tidak bagus dan puluhan nakes
terpapar. “Banyak antrean pasien yang masih jelek-jelek kondisinya di
IGD. Ada 6 pasien antre di IGD. Sehingga (IGD ditutup) untuk
menghidari antrian dan paparan pasien-pasien COVID-19. 3 dokter yang
terpapar. Sangat banyak (perawat terpapar). Ada 50an perawat dan
pegawai yang terpapar,” kata Didi saat dihubungi detikcom, Senin
(5/7/2021).
9. RS William Booth
Pada 28 Juni 2021, RS William Booth Surat permohonan lockdowntersebut
bernomor 1999/RSWB/DIR/VI/2021 yang ditujukan kepada Kepala Dinas
Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita dan ditandatangani oleh
Direktur RS William Booth dr T. B Rijantono DFM. RS William Booth
mengajukan untuk lockdown pada IGD per tanggal 29 Juni 2021.
10. RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ)
Karena lonjakan kasus dan overload di RS, maka RS Katolik St.
Vincentius a Paulo (RKZ) memutuskan menutup sementara IGD mulai Jumat
2 Juli 2021. Hal itu pun dibenarkan Kabid Hospital Development and
Relation RKZ Surabaya, dr Agung K. Saputra MARS. Ia mengatakan belum
tahu sampai kapan IGD ditutup.
“IGD RKZ sedang tidak terima pasien COVID-19. Selain pasien COVID-19,
kita masih tetap menerima. Kalau pasien COVID-19 sudah tidak bisa
terima lagi,” kata Agung, Sabtu (3/7/2021).
11. RS Islam (RSI) Jemursari
IGD RSI Jemursari melakukan lockdown sementara di IGD COVID-19 per
Sabtu, 3 Juli 2021. Hal ini terjadi karena bertambahnya kasus
COVID-19. Beberapa kali overload, akhirnya IGD lockdown karena 51
nakes serta pegawai positif COVID-19.
Namun, pada awal pekan pekan ini IGD RSI Jemursari kemungkinan akan
dibuka kembali pada Selasa (6/7/2021), setelah lockdown. “Sementara
kalau barusan saya dari IGD kita tetap menerima. Jadi meskipun ditutup
tapi kalau ada pasien kejang kita terima. Apa lagi kalau tidak
ditutup. Kita maksimal Senin, jadi buka lagi Selasa,” kata Wakil
Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari, dr Dyah Yuniati.
(dtc/diah).
