Akar dari sebuah masalah itu sebenarnya karena pelaku, si
penyelenggara negara penuh impian tersebut bermain petak umpet.
Sepintar tupai melompat toh pasti dia akan terjatuh. Sayang
nya penyelenggara negara impian tersebut masih belum tersadarkan akan
arti dari sebuah sumpah jabatan semua terbungkus nikmatnya dunia :
berderet ajudan bak kerajaan tempo dulu, rupiah bahkan dolar yang tak
berseri, wanita yang penuh rupa, gaya tinggal pilih.
Benar mereka sedang bermimpi.. 77 Tahun,, itu telah ujur
jika usia manusia, semestinya telah aman dan nyaman jika pada
*struktur rumah tangga* bermain dengan cucu, melihat kebun tanaman
bunga, namun berbeda dengan harapan sang rakyat jelata dipertontonkan
kebohongan, sandiwara dan gaya gayaan persis arena di sudirman citayem
fasion show.
Wahai engkau sang penguasa,, sadarlah, turunlah, lihatlah
dengan langsung, selesaikan, bereskan dengan cepat dan bersegeralah,
uruslah kami dengan baik dan benar.. dan jangan bohongi kami dengan
sandiwara penuh tanda tanya. Ingat lah apa yang sudah kau ucapkan
dalam sumpah/janji yang harus kau genapi baik di bumi maupun di
akhirat nanti.
Salam sirakyat kecil : (Pdt Yohanes Purba / Alumni PPRA
56 Lemhannas RI 2017, Medan 11/8/
