Lamongan, hariandialog.co.id.-Pers tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi. Di tengah
tantangan kemandirian fiskal daerah, insan media dituntut mampu
menghadirkan kritik berbasis data sekaligus menawarkan solusi nyata
bagi pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pesan itu disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Jawa Timur, Luthfil Hakim, saat membuka Konferensi PWI Kabupaten
Lamongan ke-V di Lamongan, Senin.
Menurut Luthfil, kondisi ketahanan fiskal daerah yang masih
rendah menjadi tantangan besar yang harus mendapat perhatian bersama,
termasuk kalangan pers.
“Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu,
teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus
memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan
pendapatan asli daerah (PAD),” tegasnya.
Ia menegaskan, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara
pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam
menggali serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Melalui pemberitaan yang didukung riset dan analisis yang kuat, media
diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang efektif untuk
mengoptimalkan sektor-sektor unggulan sehingga berkontribusi terhadap
peningkatan PAD dan memperkuat kemandirian fiskal.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfil juga menyoroti potensi besar
Kabupaten Lamongan di sektor pertanian. Sebagai salah satu lumbung
pangan nasional, tingginya produksi padi harus dibarengi dengan
dukungan penyediaan benih berkualitas, irigasi yang memadai, pupuk,
hingga infrastruktur pertanian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Lamongan menjadi salah
satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur dan berperan penting
dalam menopang produksi beras provinsi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan PAD tahun
2025 mencapai sekitar Rp680,8 miliar atau meningkat sekitar 21,7
persen dibanding target tahun sebelumnya. Target tersebut dinilai
membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, agar
berbagai potensi ekonomi daerah dapat dimaksimalkan.
Luthfil berharap PWI Lamongan mampu memperkuat fungsi kontrol sosial
sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mendorong kebijakan
yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan
kemandirian fiskal daerah.
Pada rangkaian Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V, peserta juga
memilih kepengurusan baru. Forum yang diikuti puluhan anggota itu
menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua PWI Kabupaten Lamongan untuk
masa bakti tiga tahun ke depan.
Terpilihnya Kadam diharapkan semakin memperkuat profesionalisme
wartawan di Lamongan sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi
dalam mendukung pembangunan daerah melalui jurnalisme yang
berkualitas, independen, dan berorientasi pada Solusi, tulis MILI.id.(han)
