Jakarta, hariandialog.co.id.- Warga yang ada di RW 05,
Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepatnya di
belakang Masjid At-taqwa atau sebelah kanan belakang Taman Pejatian,
protes, kepada para anak-anak yang main bola kaki (Futsal).
Anak-anak khususnya warga RW 05 Pejaten Barat dan dari
seberang Kelurahan Pejaten Timur, yang bermain bola Futsal, diomelin
bila bola ditendang ke arah gawang. Pasalnya, gawang bola futsal
persis ada didinding rumah warga yang tinggal di belakang Masjid
At-taqwa.
Sebab, posisi lapangan ada di dari arah barat ke utara Taman Pejatian itu.
“Kami main bola walaupun futsal selalu dimaki-maki kalau
bolah sampai menyeberang ke rumah warga. Namanya main bola kan harus
kuat nendangnya ke arah gawang. Kalau pelan kan tidak masuk. Jadi
kalau ditendang kencang pasti melayang bolanya dan sampai ke rumah
warga. Maklum tidak ada dinding dari taman ini,” kata para anak-anak
ketika ditemui saat main bola, hari Minggu (05-02-20230 sore.
Menurut anak anak yang hampir setiap Jumat, Sabtu dan
Minggu sore main bola Futsal harus hati-hati. “Kita tidak leluasa
bermain disini. Padahal kita bermain karena ada lapangannya makanya
main bola futsal. Tidak mungkin kita main kalau tidak ada lapangan
bola kaki khusus futsal. Ini Pemda DKI Jakarta tidak benar, membuat
taman tanpa ada pagarnya,” ucap anak usia remaja yang duduk di bangku
kuliah UNAS, jurusan Fakultas Hukum itu.
Untuk itu, anak anak meminta agar Pemda DKI Jakarta
membangun pagar setinggi dua meter khusus arah ke rumah warga.
“Percuma kalau ada lapangan futsal tapi tidak bisa dipergunakan hanya
karena pagar tidak ada. Jadi dimohon agar pagar dibangun atau
setidaknya dibuat jaring-jaring setinggi 3 meter agar bola tidak
menyeberang ke rumah warga bila ditendang,” kata warga Pejaten Timur
itu. (tob).
