
Bandung Barat”hariandialog.co.id – Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat(KBB) Jawa Barat, diliat dari Peta Geografi Kabupaten Bandung Barat (KBB) salah satu Kecamatan di wilayah selatan,bila di tempuh dari ibu Kota Kabupaten kurang lebih 30 Km, melewati dua Kecamatan yakni Kecamatan Padalarang,Kecamatan Saguling menembus Kota Baru Parahyangan. Kecamatan Cipongkor geo Demo grafinya Pegunungan, sawah ,Hutan serta perkebunan,banyak menyimpan potensi Alam yang dapat di kelola serta di gali oleh masyarakat sekitar.
Bertepatan acara pembukaan “Roadshow Bus KPK” jelajah Negri bangun anti Korupsi, digedung B serta gelar pameran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dihalaman parkir Pemda KBB ( 1-08-2034 ) dihadiri semua unsur pegawai Pemerintah serta stakeholder, elemen masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Camat Cipongkor” Rega Wiguna, S.TP.,M.IP. saat ditemui hariandialog.co.id di sela acara pameran Produk UMKM,ia mengemukakan “Alhamdulillah kita pelaku usaha UMKM Kecamatan Cipongkor kerjasama dengan UMKM Kabupaten juga kolaborasi dengan Dinas Koperasi UMKM, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat (KBB),pendampingan, peningkatan kapasitas untuk pelaku UMKM sering kita dapatkan,bahkan bukan hanya dari Pemda saja kolaborasi juga dengan Intasi yang ada di lingkungan Kecamatan Cipongkor’ seperti BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Indonesia Power dan PLN,mereka juga membantu pengembangan UMKM kita,melalui kerjasama dengan mereka berbentuk bantuan (Corporate Social Responsibility) CSR, baik produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kita berkolaborasi menjual ke mereka’ujar Rega.
Jenis UMKM di Kecamatan Cipongkor banyak,yang kita bina terus di kembangkan itu sudah terdaftar di Dinas Kabupaten,ada Empat produk yakni,gula aren (enow),bambu,pandey Besi serta produk ikan yang sudah dikemas. Untuk saat ini Alhamdulillah UMKM, Kecamatan Cipongkor di bantu oleh kabupaten produk kita sudah bisa kerja sama dengan salah satu perusahaan untuk bisa meng Expor Gula aren sampai ke Singapore per Bulan sampai Satu koma lima ton (1,5 ton ) itu asli dari hasil produksi UMKM,masyarakat Kecamatan Cipongkor. Camat Cipongkor “Rega pada hariandialog.co.id,harapan kedepan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kita lebih maju adanya kolaborasi yang lebih di optimalkan antara Pemerintah daerah dengan pelaku usaha ini juga para sektor yang lainnya guna membantu dari mulai pemahaman,pengembangan sampai Marketing nya,sehingga bisa membantu membangkitkan Ekonomi masyarakat.Kalor septing bukan hanya anggaran yang ada bentuk bentuknya dari pemerintah daerah,Provinsi baik pusat seperti pelatihan ,atau juga berupa bantuan barang alat produksi untuk dipergunakan bagi pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang dibina sama Pemeritah”ungkapnya.
Ketua Forum UMKM,Kecamatan Cipongkor di sela acara pameran Iyet Kurniawati (enin) kepada Wartawan menuturkan “ kami sebagai pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) ,selain edukasi pengen semua ada peningkatan baik produk gula Semut,gula aren,panday besi ,kuliner nasi oyek keong yang dibuat dari singkong masih banyak jenis lain nya,pengen potensi yang ada di daerah kita untuk kearifan lokalnya meskipun makanan jadul tempo dulu bisa jadi makanan modern bisa dijadikan gimsam untuk penanganan Stunting juga.makanan rendah kalori bisa untuk dikonsumsi penderita diabets.Kelompok UMKM dibeberapa Desa yang ada di Kecamatan Cipongkor baru 15 Orang per kelompok dari satu kelompoknya kalau panday Besi berkolaborasi dengan CSR PLN, Upper Cisokan,produksi olahan di Koperasi Kenanga motekar Bersama (Komosa) sama gula aren dibinanya oleh CSR Indonesia Power PLN, Saguling,dari alat produksi sampe marketnya.kami berterimakasi kepada Indonesia Power perduli terhadap penanganan di tiga kecamatan ditahun 2023,di Desa saguling Kecamatan Saguling,di tahun 2024 ada di Kecamatan Cipatat Desa Ciptaraharja,Di Kecamatan Cipingkor di Desa Cicangkang hilir. Itu memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan), olahan makanan yang mengandung protein hewani penunjang untuk penanganan anak yang stunting” ucap Enin.
Di Kecamatan Cipongkor kami membetuk Koperasi Komosa , dibidang konsumen ada juga simpan pinjam, anggotanya yang punya Produksi kita pajangkan d Greayd Komosa di Desa Citalem bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di tahun 2014 ,yang dikelola oleh komunitas perempuan kurang lebih 200 anggota .kaitan dengan bantuan CSR yang terdampak Upper Cisokan ada empat Desa di Kecamatan Cipongkor’ Desa Karang sari,Desa Sari nagen, Desa Cijabu serta Desa Sirna galih.ditahun 2023 ada dua Kelompok diberikan alat Produksi semua yang dibutuhkan untuk dipergunakan,jangan sampai sebaliknya sudah di beri alat bantuan produksi tidak digunakan,kalau kita kebutuhan apa saja yang mereka butuhkan baru diajukan.untuk CSR dari PLN Indonesia Power Saguling,selain alat produksi,dibantu untuk kemasan marketnya dari legalitas serta pembina kesetiap Kelompok,apa yang di sampaikan tadi sama Pak Camat,kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung Barat ( KBB) ,Dinas terkait yang sudah membantu program Pelaku usaha UMKM(Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) ,serta ke BUMN membantu pemasaran Produk kami, gula aren marketnya tembus ke Negara Singapore” .
Sumber : Kominfotik KBB.
