Jakarta, hariandialog.co.id.- Penyaluran kredit PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk (BTN) tetap meningkat sesuai yang diharapkan
perseroan, di tengah masih tingginya biaya dana perbankan dan
tantangan di perekonomian.
Bahkan, tingkat pertumbuhan kredit BTN lebih tinggi
dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan di industri perbankan
nasional.
Di industri perbankan nasional, pertumbuhan kredit tercatat mencapai
11,4 persen yoy berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan
peningkatan penyaluran kredit tersebut didukung mesin utama yakni KPR
subsidi dan non subsidi, serta kredit konstruksi untuk mendukung
penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia. “Hal ini menunjukkan
permintaan terhadap KPR yang masih tinggi di pasar. BTN optimistis
dengan laju pertumbuhan kredit yang masih on-track hingga akhir
tahun,” ujar Nixon di Jakarta, Selasa, 5 November 2024.
Nixon mengatakan pertumbuhan kredit BTN akan tetap double
digit karena minat masyarakat untuk membeli rumah masih tinggi. Hal
itu terutama tercermin dari penyaluran KPR subsidi dengan skema
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang secara nasional
kuotanya telah habis pada Agustus 2024 tulis viva.
Apalagi, BI telah memutuskan untuk memberikan Kebijakan
Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) ke sektor padat karya,
termasuk ke sektor perumahan.
Untuk itu, Nixon mengapresiasi langkah bank sentral karena akan
memberikan tambahan likuiditas bagi BTN yang fokus bisnisnya adalah
menyalurkan pembiayaan ke sektor perumahan. (diah-01)
