Majalengka, haeiandialog.co.id
Pekan Olahraga dan Seni Wilayah Perbatasan (Porsenitas) ke-IX, yang dibuka Rabu kemarin berlangsung di Kabupaten Pangandaran. Kegiatan akan berlangsung (2 sd 4/11).
Kegiatan porsenitas diikuti oleh 9 kabupaten dan kota yang tergabung dalam Kunci Bersama akan mengikuti Porsenitas dengan 9 cabang olahraga yang di pertandingkan, kata Sekda Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., saat dihubungi Dialog.
Menurut mantan Kepala PUTR, yang ikut porsenitas yaitu Kabupen Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cilacap dan Brebes Provinsi Jawa Tengah, ungkap sekda.
Sementara itu Wakil Bupati Majalengka Tarsono D. Mardiana mengapresiasi kegiatan daerah perbatasan, karena Porsenitas ini merupakan bagian dari program kerjasama pembangunan wilayah perbatasan Jabar dan Jateng yang digagas pada 2011. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan tali silaturahmi antar sesama anggota dalam rangka menjalin kemitraan dengan berbagai program pembangunan, ujar Wabup.
Kepala Dispora Kabupaten Majalengka Yusanto Wibowo melalui pesan whatsapp-nya mengatakan pada hari kedua kegiatan Porsenitas cabang olahraga dayung memperebutkan 7 medali. Wakil Bupati bersama dengan Kadis Kominfo Gatot Sulaeman dan Kepala BPBD ikut dalam cabor dayung beregu. Akhirnnya Team Majalengka berhasil finish di urutan kedua dan mendapatkan perak hingga jumat pagi.
Namun sangat disayangkan berbagai kalangan dengan keberangkatan para kepala opd dan para camat ke kabupaten Pangandaran lantaran kantor-kantor di setiap perangkat daerah sepi tak seperti biasanya ramai, untung tidak lumpuh pelayanan publik. “Seharusnya tidak harus berangkat semua ke pangandaran para kepala opd itu apalagi waktunya mencapai 4 hari terlalu lama dan alangkah baiknya para kepala opd yang berkepentingan saja berangkatnya tidak mengikutsertakan para camat semuanya supaya pelayanan dan para pegawai di kantor kecamatan tetap khusyu dan semangat bekerjanya kalau ada pimpinanya akan tetapi kalau tidak ada biasanya kurang semangat mudah-mudahan ini tidak terjadi, jam kerja tetap optimal dan normal,” kata tiga orang warga yang tak mau dikorankan namanya sambil tersenyum. (Ayub)
