Jakarta, hariadialog.co.id.- Mario Dandy Satriyo (20) per 23
Februari 2023 resmi dikeluarkan dari Universitas Prastiya Mulya,
setelah menganiaya Christalino David Ozora putra dari pengurus GP
Ansor pada 20 Februari 2023, hingga tidak sadarkan diri dan sampai
sekarang masih dirawat di salah satu rumah sakit di wilayah Jakarta
Selatan.
Kabar itu muncul dari keputusan yang disampaikan Rektor
Universitas Prasmul, Djisman Simandjuntak, lewat akun resmi media
sosial kampus @prasmul. “Rapat Pimpinan Universitas Prasetiya Mulya
memutuskan untuk mengeluarkan tersangka Sdr. Mario Dandy Satriyo dari
Universitas Prasetiya Mulya terhitung sejak tanggal 23 Februari 2023,”
tulis Djisman dalam surat yang diunggah akun Instagram @prasmul,
dikutip pada Jumat (24/2/2023).
Dalam keterangan tersebut, pimpinan Universitas Prasmul
menyatakan telah memantau sebaik-baiknya semua informasi tentang
tindak kekerasan yang diduga kuat dilakukan Mario Dandy Satriyo
terhadap Cristalino David Ozora. “Mengecam keras tindak kekerasan itu
karena bertentangan dengan kemanusiaan dan melanggar kode etik dan
peraturan yang tercantum dalam Buku Pedoman Mahasiswa Universitas
Prasmul,” tutur Djisman seperti tulis kompas.com.
Lewat akun yang sama, pihak universitas juga menyampaikan
keprihatinan yang mendalam atas kondisi luka berat yang diderita David
sebagai korban. Kampus berharap kondisi David segera pulih. Hingga
saat ini, Kompas.com masih berupaya mengonfirmasi kebenaran berita
yang tersebar luas di media sosial itu. Seperti diketahui, Mario
menganiaya David secara membabi buta hingga babak belur di rumah rekan
korban (R) yang terletak di Kompleks Grand Permata, Pesanggrahan,
Jakarta Selatan, Senin.
Mario menghujani tubuh David dengan pukulan bertubi-tubi. Ia
juga menendang organ vital korban, seperti perut dan kepala.
Akibatnya, D mengalami pembengkakan pada otak dan masih tidak sadarkan
diri di rumah sakit. D masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit
Medika Permata Hijau.
Belakangan diketahui bahwa Mario merupakan anak dari
seorang pejabat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian
Keuangan, yaitu Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo. Adapun D
merupakan anak dari pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom
Nahdlatul Ulama (NU) yang bergerak di bidang kepemudaan. (han).
