Makassar, hariandialog.co.id.— Anggota polisi, Bripda DP (19) tewas
usai diduga mengalami tindak kekerasan oleh seniornya di asrama
Samapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir mengatakan Bripda DP
merupakan lulusan pendidikan Bintara tahun 2025, kemudian mendapatkan
tugas di Direktorat Samapta Polda Sulsel. “Dia baru lulus, tadi subuh
dia komunikasi dengan ibunya, (kondisinya) baik, saya tidak tahu kalau
sakit,” katanya kepada wartawan, Minggu (22/2).
Jabir menurutkan pihak keluarga korban mendapatkan kabar,
jika DP menjalani perawatan medis di RSUD Daya. Namun, Jabir mengaku
belum mengetahui penyebab anaknya meninggal dunia. “Ini kami cari
tahu, karena informasinya ada darah keluar dari mulutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Penyidik Bidang Profesi dan Pengaman (Propam)
Polda Sulawesi Selatanmasih memeriksa enam anggota polisi terkait
kematian “Iya sementara ada 6 orang diperiksa, kemungkinan akan
bertambah,” kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulhan Efendy
kepada CNNIndonesia.com.
Zulhan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan
untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut. “Nanti hasilnya, saya
belum bisa menyimpulkan, anggota kita lagi memeriksa itu di sana,
termasuk kita olah TKP yang ada di tempat ini, di asramanya mereka di
mes, ya,” ungkapnya.
Zulhan mengaku belum mengetahui pasti kronologi kejadian
tersebut. Namun, korban sempat dibawa ke RSUD Daya untuk mendapatkan
perawatan medis. “Tadi pagi (korban dibawa ke rumah sakit). Tapi,
makanya kita bawa dari RSUD Daya, kita geser ke RS Bhayangkara
Makassar untuk memastikan (penyebab kematian korban),” katanya, tulis
cnni. (edo-01)
