
Batujajar, hariandialog.co.id-22 Mei 2026 Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Batujajar bersama Puskesmas Batujajar melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban II di Desa Pangauban, Jumat 22 Mei 2026.
Sidak lintas sektor ini untuk memastikan kesiapan operasional, keamanan logistik, dan kelaikan sanitasi dapur sebelum memproduksi makanan massal untuk program gizi nasional.
Hadir Camat Batujajar Andi M. Hikmat, Kepala Puskesmas dr. Drajat, Danramil Kapten Arm Muhtalifin, Kapolsek Kompol Asep Saepuloh, dan Kepala Desa Pangauban Ade Sulaeman.
Lolos Syarat, Tapi Ada Catatan Perbaikan
Hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan oleh Tim Sanitarian Puskesmas Batujajar mencatat SPPG Pangauban II yang dikelola Yayasan Azura Berkah Rezeki mitra Hendrik Irawan mendapat skor 81,7. Nilai ini di atas ambang batas kelulusan 80.

Meski lolos, tim teknis tetap memberi catatan perbaikan minor yang harus diselesaikan pengelola dalam 1-2 minggu.
Kepala Puskesmas dr. Drajat menegaskan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi baru akan ditandatangani Forkopimcam jika semua rekomendasi selesai.
“IKL ini rutin dari puskesmas. Awalnya sebulan sekali, setelah tiga bulan jadi tiga bulan sekali untuk monitoring. Bukan cuma untuk syarat SLHS,” ujarnya.
Ia meminta pengelola dapur gizi lain yang belum beroperasi untuk proaktif mengajukan pemeriksaan lingkungan sebelum mulai produksi.
Dukung Ekonomi Lokal Lewat Koperasi Desa
Camat Andi M. Hikmat menyatakan Pemkab Batujajar mendukung penuh program pemenuhan gizi. Untuk memperkuat ekonomi lokal, program Koperasi Desa Merah Putih akan disinergikan agar bisa jadi pemasok logistik utama dapur gizi.
“Kami berharap kadar gizi sesuai standar terpenuhi, SOP dijalankan sebaik-baiknya, dan steril. Karena yang menikmati ini masyarakat rentan, anak sekolah, dan balita,” kata Andi.
Danramil Kapten Arm Muhtalifin menambahkan, pihaknya akan mengawal keamanan objek vital dan kelancaran distribusi pangan ke sekolah sasaran.
Serap Tenaga Kerja Lokal
Kepala SPPG Pangauban II Mustofa Nurhuda siap membenahi catatan evaluasi agar mutu dapur sesuai standar Badan Gizi Nasional. Saat ini fasilitas itu menyuplai makanan untuk 2.230 penerima manfaat, mayoritas 2.050 orang dari kelompok rentan: balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sisanya untuk anak sekolah.

Kepala Desa Pangauban Ade Sulaeman berharap SPPG tak hanya meningkatkan gizi, tapi juga menyerap tenaga kerja warga sekitar hingga 75% untuk menekan pengangguran.
Di wilayah Puskesmas Batujajar ada 21 titik rencana pembangunan SPPG. 17 titik sudah berjalan, 7 di antaranya resmi mengantongi SLHS.
(Nagon)
