Jakarta, hariandialog.co.id.- Iran menegaskan bakal membela Lebanon
menghadapi agresi militer Israel yang disebut sebagai manuver ilegal.
Tak hanya itu, Teheran kini menolak untuk melanjutkan perundingan
dengan Amerika Serikat.
Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar
Negeri, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan, bahwa agresi militer Israel adalah bukti
pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata yang juga berlaku di
Lebanon.
Menurutnya, segala peningkatan kejahatan rezim Israel di
Lebanon telah menghancurkan segala upaya diplomatik yang dilakukan
Washington. “Kami telah menekankan dan terus menekankan bahwa
gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian integral dari setiap
gencatan senjata, dan setiap kesepakatan akhir untuk mengakhiri
perang,” katanya.
“Karena alasannya sangat jelas, peningkatan kejahatan
rezim zionis dari Lebanon dalam beberapa hari terakhir sebenarnya
tidak lebih dari penghancuran setiap kemungkinan kecil, bahwa proses
diplomatik dapat mengarah pada perbaikan situasi dan Amerika
bertanggung jawab atas situasi ini,” sambung dia.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut
agresi Israel sebagai bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan
senjata. Melalui unggahan di akun media sosialnya, Ghalibaf juga
menekankan bahwa setiap pilihan memiliki harga dan tagihan tersebut
harus dibayar.
Pernyataan Iran muncul setelah Kepala Otoritas Israel
Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya untuk melancarkan serangan
udara ke Ibu Kota Lebanon Beirut.
Sedangan itu menjadi eskalasi terbaru meskipun genjatan
senjata selama 45 hari di Lebanon masih berlaku hingga saat ini.
Sebelumnya militer Israel juga dilaporkan memperluas operasi daratnya
di Lebanon Selatan.
Militer Israel menyatakan pasukan darat mereka melakukan
operasi ofensif untuk memperluas garis pertahanan dan kini menjangkau
wilayah-wilayah tambahan di Lebanon Selatan. Pasukan Israel bahkan
dilaporkan telah menyeberangi Sungai Litani serta menguasai bukit
strategis yang menjadi lokasi benteng bersejarah yakni Benteng
Beaufort, tulis viva. (alex-01)
