Jakarta, hariandialog.co.id.- Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengimbau Pj kepala daerah
memperbaiki sistem bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat
ini masih dinilai mengalami kerugian.
Bahkan menurut Irjen, dari 959 BUMD pada Oktober 2022,
sekitar 274 di antaranya mengalami kerugian. “Terus ada lagi 291
BUMD rugi modalnya habis, jadi ini bukan rugi lagi kerjanya daerah
cuma membayar gaji pegawai, gaji direksi kemudian gaji komisaris atau
dewan pengawas,” terang Tomsi.
Hal ini disampaikannya pada Rapat Koordinasi (Rakor)
Penjabat Kepala Daerah yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja
(SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
Melihat kondisi tersebut, Tomsi berharap, para Pj. kepala
daerah mampu menyelesaikan masalah BUMD yang dinilai dapat merugikan
negara.
Pj kepala daerah diarahkan dapat mengembalikan fungsi utama dari BUMD,
yaitu meningkatkan perekonomian dan memberikan keuntungan bagi
masyarakat di daerah. “Mohon rekan-rekan cek ini, BUMD ini dengan
maksud memberikan manfaat untuk perkembangan perekonomian daerah dan
bermanfaat bagi masyarakat umum bukan untuk merugikan keuangan
negara,” tambahnya.
Dalam paparannya, Tomsi juga menyoroti beberapa persoalan
yang harus menjadi fokus utama para Pj. kepala daerah dalam
merealisasikan belanja.
Menurutnya, saat ini realisasi belanja daerah dinilai
belum mencerminkan tiga hal, yakni memiliki nilai tambah, meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, dan efisien. “Belanja Daerah lebih besar untuk
belanja birokrasi daripada kegiatan utama ke masyarakatnya ini yang
disampaikan Pak Menteri (Mendagri) tadi,” katanya tulis tribune.
Di lain sisi, Tomsi juga meminta Pj. kepala daerah untuk
meningkatkan pelayanan publik. Bahkan, ke depan dirinya akan
membentuk tim khusus yang akan terjun langsung ke daerah untuk
mengecek kelayakan sistem pelayanan publik. “Tim ini bulan Juli akan
berangkat kemudian akan melihat (pelayanan publik), baik seluruh
persyaratan dan pelaksanaannya sampai dengan yang namanya pelayanan
publik sampai rumah sakit,” jelasnya. (pitta).
