Jakarta, hariandialog.co.id.- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19
Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membuka kemungkinan pemberian
vaksinasi dosis tiga atau booster vaksin Covid-19 untuk calon jemaah
haji umrah Indonesia.
Nadia menyampaikan saat ini baik Kemenkes dan Kemenag masih
membahas pengaturan teknis terkait vaksinasi Covid-19 dosis tiga dan
proses karantina setibanya tiba di bandara di Arab Saudi, dan
sepulangnya kembali ke Indonesia.
“Persetujuan awalnya untuk pembukaan umrah dan haji bagi
jemaah Indonesia, nanti masih akan dilakukan pengaturan teknis bukan
hanya soal vaksinasi dosis tiga pada calon jemaah tapi juga soal
karantina, protokol kesehatan, dan hal lainnya termasuk mitigasi jika
ada kasus positif,” kata Nadia saat dihubungiCNNIndonesia.com, Selasa
(12/11).
Sementara ini, kata Nadia, pemerintah sedang mengkaji
skenario penambahan vaksin Covid-19 dosis tiga untuk masyarakat umum
di tahun 2022. Hasil pembahasan ini bakal jadi model untuk pelaksanaan
vaksinasi Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah. “Nanti kita
lihat pembahasannya bagaimana, untuk sementara pemerintah juga sedang
mengkaji vaksin booster di 2022 untuk masyarakat umum yang akan
ditanggung pemerintah,” ucapnya.
Sebelumnya Konsul Haji KJRI Jeddah Endang
Jumali memastikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi resmi mengizinkan
penggunaan dua vaksin Sinovac dan Sinopharm bagi calon jemaah umrah.
Namun jemaah haji umrah wajib disuntik salah satu vaksin lainnya
seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson sebagai
booster.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief
mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kemenkes terkait pemberian
booster vaksin Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah.(cnni/diah).
