Bener Meriah, hariandialog.co.id.- – Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian
meninjau kondisi Jalan Werlah di Bener Meriah, Aceh, Selasa, 7 Juli
2026.
Pemerintah berencana membangun jembatan sekaligus pelebaran
ruas jalan di lokasi tersebut.
Jalur tersebut akan menjadi jalan alternatif selama perbaikan
Jembatan Enang-Enang berlangsung.
Diketahui bahwa masyarakat telah membangun Jembatan
Enang-Enang secara swadaya.
Namun, karena kondisinya dinilai masih belum terlalu kokoh,
pemerintah hanya mengizinkan kendaraan roda dua dan kendaraan ringan.
Sementara izin melintas untuk kendaraan bertonase besar
menunggu hasil kajian teknis Balai Pelaksanaan Jalan Nasional
Aceh.
Pemerintah juga akan memasang portal untuk menghalau kendaraan berat
melintas. “Kita enggak ingin juga kalau ada kecelakaan kemudian
roboh,” tegasnya.
Lebar Jalan Werlah yang semula hanya 4 meter akan diperlebar
menjadi 6 meter. Jalan tersebut akan diaspal dan dilengkapi
pembangunan jembatan baru untuk memperlancar konektivitas masyarakat.
Pembangunan jembatan dan pelebaran tersebut diusahakan
rampung pada akhir 2026.
Tito menambahkan, Menteri Pekerjaan Umum dijadwalkan meninjau langsung
lokasi pada Rabu (8/7/2026)
untuk memastikan percepatan pelaksanaan penanganan infrastruktur.
Menurutnya, pemerintah pusat terus mengawal seluruh proses agar
penanganan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau sudah pimpinan-pimpinan turun seperti itu, itu [berarti
penanganannya] serius. Bukan omong-omong aja dan saya juga pasti akan
terus monitor perkembangannya,” ungkapnya.
Dalam peninjauan tersebut, Tito berdialog dengan sejumlah warga
terdampak bencana.
Salah seorang warga menceritakan rumahnya yang berada tidak jauh dari
Jalan Werlah hanyut diterjang banjir.
Menanggapi hal itu, Tito menjelaskan berbagai upaya yang
telah dan akan dilakukan pemerintah dalam melakukan rehabilitasi dan
rekonstruksi pascabencana di Bener Meriah.
Dalam peninjauan tersebut, Tito didampingi Wakil Gubernur
Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi
Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA,
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh
Zulkarnaini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten
Bener Meriah, serta pejabat terkait lainnya, tulis tribune. (pitta-01)
