
Jakarta Selatan.
Jakarta, hariandialog.co.id.- Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta
Selatan yang berada di Jalan Tanjung No.1, Jagakarsa, Jakarta Selatan,
terlihat bangunan parmanen di sebelah kanan gedung utama kantor atau
tepatnya dekat dengan parkiran mobil dan motor.
Menurut sebuah sumber, bangunan permanen dengan model
huruf L tersebut nantinya akan digunakan untuk koperasi plus kantin.
“Setahu saya dari mandor pekerja nantinya bangunan 4 meter lebar dan
panjang kali 75 meter tersebut termasuk kekar karena menggunakan
bahan bangunan yang cukup baik. Pokoknya melihat bahan bangunan dan
cara mengerjakannya, walau ada gempa tidak akan rubuh,” katanya.
Namun, bangunan yang berada di pintu masuk dan keluar
kendaraan di saat jam kerja itu tidak terlihat adanya spanduk atau
papan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB dari institusi yang berhak
menerbitkan izin. “Kami hanya perkerja. Kami dapat perintah dari bos
untuk mengerjakan bangunan dan diberikan upah selayaknya. Jadi kita
kerjakan,” kata salah seorang pekerja.
Pekerja itu merasa aman membangun atau mengerjakan
pembangunan karena pemilik bangunan adalah aparat penegak hukum. “Jadi
kita kerja saja tanpa harus was was ditegur dan dihentikan pihak
Satuan Polisi Pamong Praja alias Satpol PP. Kita kerjakan dan upah
harian tidak pernah terlambat alias tepat waktu. Masalah apakah ada
IMB dan lain lainya sebagai bukan urusan kita,” terang pekerja yang
tidak mau disebut namanya di koran.
Ternyata setelah diamati redaksi bukan hanya sepanduk izin
yang tidak ada tapi juga terkait papan proyek. Seharusnya bungan kekar
dan megah dengan ketinggian bangunan 4 meter itu, tidak jelas siapa
pelaksana pekerjaan, siapa konsultannya, berapa biaya pekerjaannya
serta sumber dana pembangunan tidak diketahui karena tidak ada papan
proyek.
Redaksi mencoba konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan melalui Kasi Intel yang selama ini menjadi corong atau
humas di tingkat Kejari baik masalah Izin Mendirikan bangunan maupun
berapa biaya proyek pembangunan kantin dan koperasi itu, dan kenapa
tidak ada papan priyek, tidak ada tanggapan. Padahal, jelas pertanyaan
atau minta tanggapan itu dikirim ke ponselnya dengan cara wa, tapi
tidak ada tanggapan hanya “Walaikum Salam” hanya itu. (tob).
