Jakarta, hariandialog.co.id.- Ketua Mahkamah Agung Prof.Dr. Sunarto,
SH,MH, mengatakan bahwa suatu jabatan sesungguhnya bukan semata-mata
prestige atau kekuasaan melainkan amanah dan tanggung jawab. Semakin
besar jabatan yang diemban, semakin besar tanggung jawab yang menanti.
With great power comes great responsibility,” ujar Ketua Mahkamah
Agung.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara
pelantikan 16 orang Ketua Pengadilan Tinggi se Indonesia, pada 5 Juni
2025 di Gedung Utama MA RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Ketua Mahkamah Agung berharap, jabatan yang diemban agar mendatangkan
manfaat dan keberkahan bagi diri dan keluarga serta membuahkan
kemajuan bagi lembaga Mahkamah Agung.
Sunarto menyatakan, para Ketua Pengadilan Tingkat Banding dilantik
dalam jabatan tertinggi yang dapat diraih seorang hakim pada tingkat
judex facti. Kepercayaan yang diraih menunjukkan, para Ketua
Pengadilan Tingkat Banding ini merupakan sosok pilihan yang memiliki
kompetensi dan berpengalaman, baik di bidang yudisial, leadership,
serta memiliki kemampuan manajerial yang baik sebagai seorang pemimpin
Pengadilan Tingkat Banding.
“Namun, penting disadari bahwa hakikat suatu jabatan sesungguhnya
bukan semata-mata prestige atau kekuasaan melainkan amanah dan
tanggung jawab. Semakin besar jabatan yang diemban, semakin besar
tanggung jawab yang diemban.
Ketua Pengadilan Tingkat Banding dewasa ini, tambahnya, ditantang
untuk memikul suatu tugas yang sangat krusial yaitu mengembalikan dan
mempertahankan kepercayaan publik (public trust), terhadap lembaga
peradilan, sebagai fondasi utama yang menentukan legitimasi dalam
proses penegakan hukum.
“Kepercayaan publik bukan berarti peradilan harus memuaskan semua
pihak tetapi sebuah jaminan bahwa proses hukum dijalankan dengan penuh
integritas, adil dan profesional.” tegas Guru Besar Universitas
Airlangga tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Sunarto kemudian berpesan dan mengajak untuk
mewariskan legacy yang positif selagi menjabat dengan tidak hanya
mengejar pencapaian pribadi. Tetapi, menanam nilai-nilai dan
keteladanan yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang. Sebab
pada akhirnya, bukan gelar dan jabatan yang abadi melainkan amal dan
keteladanan yang akan terus hidup dalam sejarah dan hati manusia.
Adapun mereka yang dilantik dan diambil sumpahnya menurut
agarma dan kepercayaan masing-masing Ketua Penadilan Tinggi itu atau
Ketua Pengadilan Tingkat Banding yaitu:
1. Dr. H. Herri Swantoro, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Yogyakarta;
2. Nugroho Setiadji, S.H. sebagai Ketua PT Jakarta;
3. Dr. Herdi Agusten, S.H., M.Hum. sebagai Ketua PT Palembang;
4. Dr. Ifa Sudewi, S.H., M.Hum. sebagai Ketua PT Jambi;
5. H. Suwidya, S.H., L.L.M. sebagai Ketua PT Kalimantan Timur;
6. Roki Panjaitan, S.H. sebagai Ketua PT Tanjungkarang;
7. Andi Isna Renishwari Cinrapole, S.H., M.H. sebagai Ketua PT
Sulawesi Tenggara;
8. Dr. Budi Santoso, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Padang;
9. Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Riau;
10. Dr. Yapi, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Gorontalo;
11. Dr. Artha Theresia, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Bangka Belitung;
12. Abd. Halim Amran, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Sulawesi Barat;
13. Dr. Wayan Karya, S.H., M.Hum. sebagai Ketua PT Papua Barat;
14. Dr. Pudjiastuti Handayani, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Palangkaraya
15. Drs. Arifin, S.H., M.Hum. sebagai Ketua PT Bengkulu;
16. Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H. sebagai Ketua PT Kalimantan
Utara; (bing)
