Jakarta, hariandialog.co.id.- — Kepala Kantor Staf Kepresidenan
(KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan pengadaan puluhan ribu motor
listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap
berlanjut meski muncul dugaan penggelembungan harga (markup) dalam
proses pengadaannya.
Menurut Dudung, motor listrik yang menjadi bagian dari
proyek pengadaan senilai sekitar Rp1,03 triliun itu saat ini masih
berada dalam tahap perakitan. Ia juga menyebut pembayaran proyek
tersebut telah dilakukan oleh pejabat Badan Gizi Nasional (BGN)
periode sebelumnya.
“Motor itu kan 21.801 unit. Kemudian 1.570-nya trail,
6.431-nya itu bebek dan ini listrik. Nah ini yang kemudian nanti
karena listrik ini bisa jadi akan banyak bermasalah. Ini totalnya
Rp1,03 triliun anggarannya,” kata Dudung dalam konferensi pers di KSP,
Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Dudung menjelaskan hasil pengecekan menunjukkan proses
perakitan kendaraan tersebut masih berlangsung hingga awal April lalu.
“Setelah dicek rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan. Tapi ini
sudah dibayar oleh pejabat lama,” ujarnya.
Dalam proses pemeriksaan yang berjalan, ditemukan indikasi
selisih nilai pengadaan yang diduga berasal dari praktik markup.
Dudung menyebut perkiraan selisih tersebut mencapai sekitar Rp200
miliar, sementara perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disebut
mencapai sekitar Rp400 miliar, tulis cnni. (salim-01)
