Jakarta, hariandialog.co.id.- “Kami sudah tidak tahan lagi.
Pemerintahan sekarang ini tidak jelas dan sama sekali tidak pro kepada
masyarakat kecil. Bahkan, pemerintah menyetujui rakyatnya semakin
hancur dikarenakan harga – harga semakin tinggi,” kata beberapa ibu
ibu yang ditemui di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Saat kampanye kata seorang ibu mengaku bernama Diah,
janji saat kampanye pemilu cukup enak didengar karena nantinya akan
membela kepentingan dan kelangsungan hidup orang banyak.rang Namun,
itu hanya janji janji manis dari para anggota dewan saat kampanye
pemilu. “Coba sekarang mana itu buktinya dibela. Harga harga naik
tidak ada yang berkoar dan menuntut pemerintah menurunkan harga –
harga,” timbal ibu Ulloh.
Para ibu ibu rumah tangga menjerit harga-harga
kebutuhan sekarang ini lebih gila dari saat menjelang hari-hari besar
seperti lebaran baru-baru ini. “Coba sekarang harga telor sudah Rp.40
ribu per kilo sedangkan di saat menjelang lebaran yang banyak
dibutuhkan orang hanya dihargai oleh pedagang Rp.28 ribu per kilogram.
Jadi inikan sudah benar-benar gila. Dan pedagang hanya beralasan
mereka menaikkan harga karena belinya pun di agar atau didisetributor
sudah naik,” jelas Ibu Ulloh.
Sementara ibu Diah juga mengaku heran harga daging
yang biasa Rp.120 ribu perkilogram sekarang sudah dibandrol Rp.150
ribu. “Kan aneh disaat lebaran saja hanya Rp.140 ribu perkilogram kok
sekarang jadi naik tanpa ada kebutuhan tambahan masyarakat. Yah,
akhirnya kita belanja daging sapi hanya saat ada keluarga datang baru
beli daging,” terang ibu Diah warga Pejaten Barat, Pasar Minggu itu.
Begitu juga Ibu Ida warga Lenteng Agung, Jakarta
Selatan yang selalu belanja di Pasar Pasar Minggu keheranannya dengan
kenaikan harga beras. “Saya buat keluarga beli beras dengan logo IDOLA
biasanya hanya Rp.135 ribu per karung isi 10 kilogram. Sekarang
harganya sudah Rp.150 ribu. Artinya dinaikkan pedagang Rp.15.000 dan
pedagang selalu memberitahukan karena ada kenaikan dari Distributor
besar di Cipinang. Jadikan aneh kok bisa-bisa naik harga beras,
daging, telur dan sekarang ini cabai rawit kecil merah sudah Rp.60
ribu dari harga sebelumnya Rp.30 ribu,.” Jelas Ida didampingi
suaminya. (tob).
