Tulungagung, hariandialog.co.id.- -Konsolidasi internal DPC PDI
Perjuangan Tulungagung melakukan ‘Musyawarah Anak Cabang’ (Musancab)
yang diikuti oleh seribu lebih pengurus di masing-masing desa hingga
kecamatan.
Dalam forum tersebut, partai berlambang banteng ini
berkomitmen meregenerasi dengan mengajak generasi z (Gen Z) mengisi 20
persen struktur partai.
Wakil Ketua Bidang Sumber Daya DPD PDI Perjuangan Provinsi
Jawa Timur 2025- 2030, Pulung Agustanto menjelaskan penekanan di
Musancab ini tidak hanya sekadar acara rutinitas biasa. Ini lebih ke
arah penekanannya terhadap struktur ke bawah.
“Lalu, kedua mengakomodasi anak muda generasi Gen Z untuk
menjadi pengurus di anak cabang. Karena memang 20 persen harus Gen Z,
30 persen ada keterwakilan perempuan. Tentu saja kalau target ya kita
harus memenangkan lagi pilihan legislatif,” ujar Pulung Agustanto di
Crown Victoria Hotel, Minggu, 19 April 2026.
Pulung mengaku meski ada penurunan perolehan kursi DPRD,
namun masih mengapresiasi kader dan pemilih di Tulungagung.
Ia mengatakan pada 2024 pertarungan kontestasi tidaklah
mudah untuk meraup suara banyak. “Ini saya cukup antusias sekali
walaupun situasinya tidak mudah. Paling tidak ya kita melakukan
pemanasan partai itu sudah kita mulai dari sekarang sehingga apa,
tahun 2026 harapannya adalah mesin partai sudah mulai berjalan,”
bebernya.
Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai Musancab ini sebagai
pemanasan untuk menyongsong kontestasi 2029 mendatang.
Kader yang akan maju harus benar-benar lahir dari bawah
yang memiliki kapabilitas dan berkualitas. “Siapa-siapa saja yang akan
nanti akan dicalonkan caleg untuk menjadi calon legislatif. Pun
siapa-siapa saja nanti akan menjadi calon Pilkada itu juga akan
ditentukan tahun 2026,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Tulungagung, Erma Susanti,
menyatakan telah menjalankan serangkaian program proaktif untuk
menjaring kader muda.
Menurutnya, partai harus bersikap adaptif atau “lentur”
dalam menghadapi dinamika zaman agar tetap relevan bagi Generasi Z dan
Milenial.
Erma menegaskan perekrutan kader muda ini tidak dilakukan
secara instan atau sekadar memenuhi kuota elektoral semata.
Ia menekankan pentingnya proses kaderisasi dan penanaman
nilai-nilai partai. “Kami berharap saat partai ini besar nanti, mereka
yang ada di dalam sudah mendapatkan ideologisasi. Jadi, bukan sekadar
‘comot-comot’, melainkan melalui proses panjang yang telah kami
lakukan,” ujar Erma, tulis vivanews. (dika-01)
