Pontianak, hariandialog.co.id – Ketua Perbakin Provinsi Kalimantan Barat Dr. Masyhudi, SH,MH, membuka secara resmi Musyawarah Kota (Muskot) Perbakin Kota Pontianak. Pembukaan dihadiri oleh Walikota Pontianak selaku Penasehat Perbakin Kota Pontianak, Kapolresta Pontianak Kota, Dandim 1207/BISA Pontianak, Danyon Pas 465 Paskhas Brajamusti, Kadispora Kota Pontianak, Ketua KONI Kota Pontianak, Ketua & amp: Pengurus Perbakin Kota Pontianak.
Menurut Dr. Masyhudi, Musyawarah Kota Arti Musyawarah merupakan pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Musyawarah memiliki tujuan untuk mencapai mufakat atau persetujuan. Pada dasarnya, prinsip dari musyawarah adalah bagian dari demokrasi.
Dalam demokrasi sesuatu penentuan hasil harus dilakukan dengan cara musyawarah yang mufakat, dan apabila tidak ada jalan keluar atau mengalami kebuntuan, biasanya akan dilakukan voting atau pemungutan suara. Dengan kata lain musyawarah akan mendapatkan kesepakatan bersama sehingga keputusan akhir yang diambil dapat diterima dan dilaksankan oleh semua anggota dengan rasa penuh tanggung jawab.
“Musyawarah kota Perbakin Pontianak merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi Perbakin tingkat Kabupaten/Kota yang diselenggarakan sekali dalam setiap 4 tahun. Muskot ini harus di adiri oleh perwakilan Perbakin Provinsi khususnya saya sebagai ketua umum,” jelas Sang Ketua Perbakin Provinsi Kalbar itu.
Sebagai organisasi dibidang olahraga menembak katanya, diharapkan dapat turut berperan dalam pemahaman penggunaan, keamanan dan perizinan senjata api, air softgun, dan jenis senjata lainnya.
Perbakin juga sebagai wadah organisasi dan bukan untuk ajang gagah-gahan di muka umum. Sebagai anggota perbakin harus bisa memberi contoh bagaimana pemakaian senjata api yang baik dan benar, Selain itu juga kita harus memperkenalkan olahraga menembak khususnya di sekolah-sekolah guna mencari dan membina atlet sejak dini. Muskot baru dimulai, ini merupakan suatu rangkaian proses untuk mendukung perkembangan organisasi agar dapat berjalan secara optimal sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk para calon ketua Pengurus Kota dapat memaparkan rencana atau program perbakin kota pontianak. Siapa yang terpilih menjadi ketua dan pengurus nanti, tugas dan jabatan yang diamanahkan adalah merupakan kesempatan dan kepercayaan, sekaligus kehormatan.
Tetapi di sisi lain merupakan sebuah tantangan dan peluang. “Saya berharap dan mengajak kepada yang terpilih untuk dapat meluangkan waktu, tenaga, pikiran dalam rangka kegiatan dan pengembangan organisasi Perbakin kedepannya, mari laksanakan amanah yang mulia ini dengan sebaik-baiknya. Kedepan tugas sangat banyak, berat dan perlu ditindaklanjuti dengan kesungguhan, keikhlasan dan semangat untuk kebersamaan, kekompakan untuk berprestasi membawa nama daerah khususnya Kalimantan barat dan bangsa/negara di Internasional,” ungkap sang Doktor Hukum yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat itu. (rel/tob)
