Jakarta, hariandialogco.id.- Negara dalam hal ini Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak akan meminta bantuan Tentara dan Polisi ditingkat pedesaan untuk menarik pajak. Alasan sementara cukup klasik hanya pendataan wajib pajak.
Pemerintah disebut dari berbagai sumber menerjunkan Tentara yang ada di Tingkat pedesaan Babinsa dan polisi yaitu Bhabinkamtibmas menerjunkan kedua aparat penegak hukum ditingkat desa sebagai ujung tombak untuk menagih langsung pajak atau dengan sebutan tax collector.
“Kalau benar-benar ini menjadi kejadian dan kenyataan cukup menyedihkan. Artinya, pemerintah dalam hal ini Kementerian keuangan dibawah kepemimpinan Purbaya kalangkabut untuk mencari pemasukan. Yah, akhirnya orang desa yang lugu dan paling susahpun diharuskan bayar dan patuh pajak,” jelas Darwin warga Desa Paluh Manis, Gebang, Kecamatan Paluh Manis, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Menurut Darwin petani tanam padi sawah dan seidikit pohon sawit menyebukan pemerintah berdalih kepatuhan pajak bayar pajak. “Coba bagaimana mana kita bayar pajak. Pendapatan saja dari hasil bertani kalau dijual hasil panen masih merugi. Bila dihitung-hitung pengeluaran dan pemasukan yang hanya dari penjualan padi dikurangi beras buat makan keluarga sudah rugi,” aku Darwin yang beruntung masih dibagi putrinya yang bekerja sebagai tenaga kerja Wanita di Malaysia.
Sementara itu Gortap warga, Sawit Seberang, Kabupeten Langkat, Sumatera Utara, sangat tidak tepat menurunkan secara langsung untuk mendata dan unjung-ujungnya menagih pajak para petani. “Kami bingung dengan keadaan sekarang ini. Tidak jelas pemerintahan Prabowo Subianto ini. Semuanya dikenakan pajak. Padahal, saat kami beli pupuk untuk padi maupun pohon sawit sudah dikenakan pajak. Eh, hasil yang tidak seberapa harus dikenakan pajak lagi,” terangnya.
Untuk itu, guna mensejahterakan warga Masyarakat khususnya yang berada di pedesaan agar diurungkan niatan atau rencana menurunkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan alas an agar patuh bayar pajak. “Kami rakyat dipedesaan ini juga sudah patuh pajak. Coba bayar Listrik dikenakan pajak. Ini BBM kendaraan sudah inklud pajak. Beli pupuk dan setiap kebutuhan rumah tangga yang dibelanjakan hasil jual hasil pertanian dikenakan pungutan pajak. Jadi negara pemerasan melalui pajak,” ungkapnya dengan kesal dimintai tanggapan akan diturunkan Babinsa (Tentara dan Polisi) Bhabinkamtibmas untu menekan patuh bayar pajak. (tob-01)
