Jakarta, hariandialog.co.id.- Pemerintah disebut para
penumpang pesawat aneh. Saat diterminal keberangkatan diminta agar
para calon penumpang menjaga jarak antata penumpang satu dengan yang
lain tapi di pesawat dibiarkan berdekatan atau melawan aturan.
Seperti keberangkatan dengan pesawat Citilink dari
Bandara Halim Perdana Kusumah dengan tujuan Silangit di
Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 18
Nopember 2021 pukul 11.20. Berkali-kali melalui pengeras suara
terdengar diminta agar seluruh penumpang yang ada di ruang tunggu
agar menjaga jarak. Duduk sesuai kursi yang ditanda “X” tidak boleh
diduduki.
Kursi di ruang tunggu bandara Halim Perdana Kusuma
seperti di ruang tunggu Penumpang Citilink, semua deretan kursi ada
tanda “X” dengan tujuan jaga jarak antara satu dengan yang lain.
Begitu juga saat mau berangkat di pintu keberangkatan ada aba aba,
agar para penumpang menjaga jarak maksimal satu meter antara satu
penumpang yang di depan dengan dibelakang. Sehingga tidak berdekatan
penumpang satu dengan yang lain di pintu masuk pesawat.
Namun, kenyataannya di dalam pesawat tidak ada jarak
antara satu penumpang dengan lainnya. Sebab, semua kursi terisi. Kursi
mulai dari depan sampai belakang terisi semuanya. Jadi serperti kursi
di nomor 28 A B C dan lanjut ke 28 D F G. “Tidak ada jarak di atas
pesawat antara satu penumpang dengan lain. Padahal, selama di pesawat
dengan penerbangan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta dengan
Silangit di si Borong-borong jarak tempuhnya 2 jam. Artinya, selama 2
jam penumpang bersentuhan badan dan minimal siku tangan,” jelas Purba.
Ternyata, sewaktu kembali ke Jakarta dengan tujuan
bandara Halim dari Silangit di Siborong-borong juga sama halnya. Di
bandara Silangit tetap ada pemberitahuan dari pengeras suara untuk
menjaga jarak. Tapi di dalam pesawat Citilink pada Minggu, 21 Nopember
2021, sama halnya. Saat turun dari pesawat ada pemberitahuan dari awak
kabin agar turun per lima barisan kursi (1 sampai 5 dan 6 sampai 10
dan serterusnya). Namun, para penumpang juga berebut turun yang
otomatis tidak ada jarak antara satu penumpang dengan lainnya saat
turun. (tob).
