

Majalengka.hariandialog.co.id-Pembangunan proyek penanganan kemiskinan ekstrim bidang air minum dan sanitasi di Desa Malausma Kecamatan Malausma kabupaten Majalengka~Jawa Barat,Rp. 6.838 milyar lebih, kini keberadaan proyek tersebut dipertanyakan sejumlah masyarakat setempat lantaran proyek yang cukup besar anggaranya itu belum selesai selai dan sering berhenti dan di tunda tunda pekerjaanya.
PembangunaProyek yang di biayai oleh ABN ini dari kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Balai prasarana perumahan pemulihan wilayah satuan pekerjaa sebagai satuan pelaksana jalan Turangg No.5-7. Bandung.
Sebagai Kontraktor Pelaksana: PT. Aulia Berlian Konstruksi No.Kontrak HK.02.01/Cb.12.5.1/PKP dan waktu pelaksanaan 120 Seratus Dua Puluh Hari Kalender dan waktu.pemeliharaan 180. Hari kalender serta bersumber dari dana APBN tahun 2024,namun dalam pelaksanan tersendat tersendat sendat.tidak langsung sekaligus selesai dalam.pekerjaanya jadi tidak tau apa alasanya.
Menurut Masyarakat Desa Malausma Kecamatan Malausma ,pelaksanaan proyek 6 milyar lebih itu” baru tahap pengerjakan perbaikan jalan gang Bungursari dan pembuatan sepiteng untuk di wilayah ini ,selebihnya tidak tau kegiatan apalagi yang akan di kerjakan, soal.pembuatan embung atau tempat penampungan air tidak tau di mana lokasinya,”kata dua orang masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya di koran.
Menurutnya, pekerjaan jalan ini juga tidak tau mau di aspal atau tidaknya yang jelas sekarang baru tahap.pengerjaan jalan seperti ini.mudah mudahan cepat selesai pengerjaanya supaya cepat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.ungkapnya.
Kami mengharapkan jalan memuju Bungur Sari ini minta di aspal supaya lebih bagus dan nyaman sehingga hasil pekerjaan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Malausma dan sekitarnya.
Begitu juga dalam.pelaksanaanya bagus baik secara kuantitas maupun kualitasnya supaya tidak cepat rusak da ambrol.” Ujar dua orang warga saat di konfirmasikan Dialog.minggu kemarin.(Ayub).
