Jakarta, hariandialog.co.id.- Para ibu rumah tangga yang
suaminya atau keluarga minta sayuran hidangan di rumah sayur kankung
aaupun bayam, mulai kewalahan karena sulit di dapat. Kalaupun ada
sayur kangkung dan bayam di warung maupun di pasar, tidak baik.
“Yah, sayur kangkung maupun bayam sudah langka di pasar.
Saya belanja di Pasar Minggu, yang termasuk besar untuk wilayah
Jakarta Selatan, juga jarang penjual sayur baik kangkung maupun bayam.
Padahal, keduanya kesenangan keluarga di rumah,” kata Rizka.
Para ibu rumah tangga kata Rizka senang memasak sayur
kangkung untuk keluarga. Tidak sulit di tumis atau di rebus sudah jadi
dicampur dengan ikan asin atau ikan apa saja. Sementara untuk sayur
bayem buat anak anak di campur dengan tempe lauknya. “Tapi kangkung
dan bayem sulit yah sudah beralih ke sawi baik putih maupun hijau,”
terang Ibu beranak 6 orang itu.
Sementara di Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang biasanya
terlihat setiap pagi hari sudah berjejer penjual sayur baik kangkung
maupun bayem. Bahkan, mulai dari depan Ramayana sudah terlihat
berjejer menggunakan kendaraan mobil kecil Pick Up. Harganya pun cukup
murah, tapi sekarang sudah tidak ada.
Menurut pedagang sayur kankung juga bayem yang ada
terlihat sendiri, lesu karena barang dagangannya yang biasa dibeli
dari Pasar Babelan, Bekasi, sudah tidak ada. “Petani mengaku bibit
maupun sayuran yang hamper bisa dipetik hancur lebur terkena air
banjir. Jadi para petani sayur gagal panen dan tidak ada terlihat yang
membawa barang dagangan ke pasar sayur Babelan,” kata Udin
satu-satunya pedagang yang dagangan sayurnya hanya tiga ikat besar.
Para pedagang kata Udin lebih baik di rumah istrahat dari
pada keluar menghabiskan uang. “Coba kita harus nanggung beban bensin,
rokok, makan dan parkir. Sementara barang dagangan tidak.Jadi kita
kena imbas dari hadirnya hujan terus merus di daerah Bekasi. Kalau
para petani sudah memberi penjelasan, tanaman sayuran mereka habis
busuk terkena air banjir,” pungkas Udin, warga Cibitung itu.
(horas-01)
