Jakarta,hariandialog.co.id -Pramono Anung telah dilantik Presiden
Prabowo Subianto menjadi Gubernur Jakarta. Sesampainya di Balai Kota
dan gedung wakil rakyat Jakarta, dia menegaskan kota besar ini masih
menjadi ibu kota. Berikut adalah poin-poin pidato perdana Pramono.
Berikut adalah 10 poin pidato Pramono di Balai Kota Jakarta dan Gedung DPRD
1. Tak akan bawa orang
Pramono dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno kini memimpin Jakarta.
Selepas mereka berdua dilantik Prabowo di Istana Negara, mereka
bergerak ke Balai Kota dan ke Gedung DPRD Jakarta di Kebon Sirih,
Jakarta Pusat. Pramono menyampaikan pidato perdananya. Dia mengatakan
tidak akan membawa orang-orangnya untuk ditempatkan di jabatan-jabatan
tertentu.
“Dan terutama bagi ASN di Jakarta, saya akan jadi kondektur yang baik
bagi Bapak-Ibu semua. Saya nggak akan membawa orang,” kata Pramono
dalam pidato perdananya di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka
Selatan, Jakarta Pusat.
2. Tegaskan Jakarta masih DKI
Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada Ibu Kota Nusantara (IKN) di
Kalimatan Timur yang digadang-gadang menggantikan fungsi Jakarta
sebagai Ibu Kota Negara. Pria yang merupakan mantan Sekretaris
Jenderal PDIP dan mantan Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 Joko
Widodo (Jokowi) ini mengatakan Jakarta masih menyandang status ibu
kota negara. Embel-embel kota ini masih DKI atau Daerah Khusus Ibu
Kota.
UU Nomor 2 Tahun 2024 telah mengamanahkan bahwa Jakarta bukan ibu kota
negara lagi. Namun, Pramono menyebutkan, ada syarat untuk pemindahan
ibu kota negara, yakni melalui perpres. Pramono mengatakan sampai saat
ini perpres itu belum diteken sehingga Jakarta masih berstatus sebagai
Ibu Kota Negara.
“Dipersyaratkan dalam salah satu pasal harus ada perpres untuk
pemindahan dan kebetulan pada era sebelumnya saya ikut mempersiapkan
dan sampai saat ini belum ditandatangani dan kemarin Bapak Mendagri,
termasuk Bapak Presiden menyatakan bahwa Jakarta masih menjadi ibu
kota negara. Maka dalam pembahasan atau dalam acara-acara masih
menggunakan daerah khusus ibu kota, karena terminologinya adalah yang
seperti itu,” kata Pramono dalam pidato perdana di rapat paripurna
DPRD DKI.
Pramono Anung (Andhika Prasetia/detikcom)
3. Mau buka Taman 24 Jam
Pramono Anung akan membuka sejummlah taman kota selama 24 jam. Ini
menjadi satu dari 40 program 100 hari kerjanya yang sudah
dijanjikannya.
Pramono menilai ruang terbuka itu dapat menjadi lokasi berbagi cerita,
menjadi ruang berekspresi, dan aman karena dilengkapi penerangan dan
CCTV. Bila taman yang aman menjadi ruang curhat, maka tak perlu lagi
ada mobil curhat.
“Kami juga akan melakukan aktivasi
ruang bersama, contohnya taman.
Banyak taman di Jakarta. Ada 2.524 taman tapi tak ada yang buka pada
malam hari. Kami ingin ada taman yang memang kita atur secara baik.
Sekuritinya, lightingnya, CCTV-nya, UMKM-nya, agar warga Jakarta tidak
lagi perlu mobil curhat, tapi curhatnya di taman saja. Maka dengan
demikian taman menjadi tempat untuk ekspresi tempat untuk sharing,
tempat untuk berbagi tempat untuk betul-betul menjadi tempat warga
Jakarta menyalurkan inspirasi aspirasinya, dan sebagainya,” tutur
Pramono.
4. Membebaskan ijazah yang tertahan dan bereskan KJP
Pramono juga ingin membereskan problem warga, yakni soal jaminan
pendidikan hingga kesehatan. Dia ingin menyelesaikan masalah
ijazah-ijazah siswa lulus yang masih tertahan di sekolah.
“Apakah program itu di antaranya tentunya hal yang berkaitan dengan
Kartu Jakarta Pintar (KJP), Jakarta Sehat (KJS), ijazah-ijazah yang
tertahan akan kita buktikan. Kemudian berbagai hal yang berkaitan
dengan persoalan-persoalan riil di masyarakat. Termasuk membuka lima
taman utama untuk dibuka 24 jam,” ujar Pramono.
5. Turunkan syarat daftar pasukan oranye
Pramono Anung akan mengubah persyaratan untuk menjadi petugas
Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Nantinya, bagi warga yang
ingin menjadi personel pasukan oranye itu hanya disyaratkan memiliki
ijazah Sekolah Dasar (SD) saja.
“Saya termasuk akan mengubah Pergub untuk PPSU, pasukan oranye, yang
sekarang syaratnya SLTA, saya akan ubah menjadi SD. Cukup yang penting
bisa baca dan tulis,” kata Pramono Anung saat berpidato di Rapat
Paripurna dengan DPRD.
Perubahan syarat untuk menjadi petugas PPSU itu akan dituangkan dalam
sebuah Peraturan Gubernur (Pergub). Namun, Pramono belum merinci kapan
pergub itu akan dikeluarkan. Penyederhanaan persyaratan ini dilakukan
demi mempermudah masyarakat yang ingin melamar menjadi petugas oranye.
6. Membebaskan ijazah yang tertahan dan bereskan KJP
Pramono juga ingin membereskan problem warga, yakni soal jaminan
pendidikan hingga kesehatan. Dia ingin menyelesaikan masalah
ijazah-ijazah siswa lulus yang masih tertahan di sekolah.
“Apakah program itu di antaranya tentunya hal yang berkaitan dengan
Kartu Jakarta Pintar (KJP), Jakarta Sehat (KJS), ijazah-ijazah yang
tertahan akan kita buktikan. Kemudian berbagai hal yang berkaitan
dengan persoalan-persoalan riil di masyarakat. Termasuk membuka lima
taman utama untuk dibuka 24 jam,” ujar Pramono.
7. Ingin proyek pengolahan sampah diresmikan Prabowo
Pramono mengusulkan agar pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF)
Plant di Rorotan Jakarta Utara bisa diresmikan oleh Presiden Prabowo
Subianto. Pramono mengatakan RDF Rorotan memiliki kapasitas pengolahan
nomor 1 di dunia.
“Salah satu persoalan yang serius Jakarta adalah masalah lingkungan,
(RDF) Rorotan harusnya sudah bisa diresmikan pemerintah. Saya akan
usul diresmikan oleh Bapak Presiden, karena ini pertama kali RDF yang
ada di Indonesia yang kapasitasnya sebenarnya nomor 1 di dunia,” ujar
Pramono dalam pidato perdananya di DPRD DKI Jakarta.
RDF Rorotan didesain untuk mengolah sampah dengan kapasitas 2.500 ton
sampah per hari atau sekitar 30 persen sampah Jakarta. RDF dibangun di
atas lahan seluas 7,87 hektare dengan fasilitas Hanggar Utama
Pengolahan Sampah yang dilengkapi fasilitas penunjang, seperti
laboratorium, jembatan timbang, pencucian truk, workshop, dan pemadam
kebakaran. RDF ini akan mengolah sampah dari 16 kecamatan di Jakarta.
Dia berharap uji instalasi itu bisa diresmikan setelah uji coba bulan
April nanti.
8. Ingin Jakarta lebih Betawi
Meski sekarang Jakarta masih menyandang status Ibu Kota Negara, namun
nantinya Jakarta tidak akan lagi menyandang status itu. Pramono
mengutarakan keinginannya memperkuat budaya Betawi di Jakarta. Dia
menilai Jakarta tidak memiliki identitas kebudayaan daerah selama
menjadi Ibu Kota Negara.
“Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 telah mengatur budaya utama
di Jakarta karena bukan lagi sebagai ibu kota negara, budayanya adalah
budaya Betawi. Untuk itu, kami akan memberikan warna agar budaya
Betawi-nya menjadi nampak, satu satu kota terbesar di republik ini
yang tidak mempunyai identitas kebudayaan kedaerahan karena sebelumnya
sebagai ibu kota negara, adalah Jakarta,” kata Pramono.
9. Ingin Jakarta lebih Persija
Jakarta punya klub sepakbola terkemuka yakni Persija Jakarta. Pramono
ingin nuansa Persija lebih bergelora di Jakarta.
“Saya akan sungguh-sungguh memajukan Jakarta, karena Jakarta dari dulu
barometernya olahraga. Bahkan saya bermimpi Jakarta ini lebih Persija,
supaya kalau ada iklan-iklan nggak perlulah apa, public figure, cukup
aja Rizky Ridho, Ferrari, Witan, sebagai bintang iklannya,” ujar
Pramono.
10. Ingin Jakarta jadi Ibu Kota ASEAN
Pramono mengatakan, setelah Jakarta tak lagi menjadi ibu kota negara,
dia berharap Jakarta akan dikenal sebagai ibu kota ASEAN. Dia ingin
Jakarta dikenal sebagai kota global.”Karena memang ibu kota ASEAN ada
di sini yang selama ini tak pernah kita branding, kita framing menjadi
ibu kota ASEAN,” ucapnya, tulis dtc. (man-01)
