
Indramayu,hariandialog.co.id-Peristiwa kebakaran yang melanda kawasan operasional Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Pertamina yang ada di Blok Cilogog, Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, sekira pada pukul 12.40 WIB membuat histeris warga setempat.
Kobaran api yang besar disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi terlihat jelas dan sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga. Rabu, (6/5/26).
Menurut kesaksian warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, api muncul secara mendadak dan langsung membesar dalam waktu singkat.”Kejadiannya cukup cepat, tiba-tiba sudah terlihat api besar dan asap hitam. Warga langsung ramai di sekitar lokasi,” ujar Endi salah seorang warga yang melihat insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu telah dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan “si jago merah”.
Beberapa petugas di lapangan pun tampak terlihat bekerja ekstra keras menghalau lidah api agar tidak merembet ke area lain.
Selain fokus pada pemadaman, petugas keamanan juga disibukkan dengan banyaknya kerumunan warga yang datang mendekat karena penasaran. Polisi yang berjaga di lokasi terpaksa mengeluarkan instruksi tegas demi keselamatan masyarakat dan kelancaran akses armada pemadam.
Sejauh ini, walaupun keadaan sudah padam, pihak berwenang maupun Pertamina masih belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian materiil yang dialami.
Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.
Petugas dari kepolisian mengimbau kepada pengguna jalan yang akan melintasi di sekitar jalur Pertamina Cilogog untuk tetap waspada dan memberikan prioritas jalan bagi kendaraan darurat.
Masyarakat berharap proses pendinginan dapat segera diselesaikan agar rasa was-was tidak terus meluas. ”Semoga apinya cepat padam biar tidak terus-terusan panik warganya,” tutur Warga penuh harap.(darna).
