
Denpasar, hariandialog.co.id – 24 Februari 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menilai stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali sampai Desember 2025 tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik, profil risiko terjaga dan likuiditas di level memadai.
Kinerja IJK ini mendukung ketahanan perekonomian Provinsi Bali tumbuh sebesar 5,82 persen yoy secara kumulatif tahun 2025. Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 kembali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Nasional sebesar 5,11 persen dan menempatkan Bali berada di posisi ke-5 tertinggi nasional.
“ OJK Provinsi Bali berkomitmen menjaga stabilitas IJK agar tetap resilient sehingga mampu berkontribusi lebih optimal bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali, “ terang Kepala OJK Prov.Bali Kristrianti Puji Rahayu , Senin ( 23/2 ) di Denpasar.
Kristrianti meneyebut, Kinerja intermediasi perbankan (Bank Umum dan BPR) di Provinsi Bali posisi Desember 2025 tercermin dari pertumbuhan kredit dan DPK tumbuh positif dan terjaga stabil. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh positif sebesar 6,73 persen yoy menjadi Rp119,87 triliun (November 2025: 6,69 persen yoy, Desember 2024: 6,81 persen yoy).
Sedangkan penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 7,18 persen yoy menjadi Rp144,49 triliun (November 2025: 7,07 persen yoy, Desember 2024: 8,11 persen yoy).Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit yoy masih didorong peningkatan kredit investasi tumbuh sebesar Rp5,72 triliun atau 16,21 persen yoy (Desember 2024: 18,47 persen yoy), utamanya ditopang oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta real estat.
“ Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan peran perbankan dalam pembiayaan ekspansi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di Provinsi Bali, dan kredit konsumsi tumbuh 4,69 persen yoy dan kredit modal kerja tumbuh 0,09 persen yoy, “ jelas Kristrianti.
Berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,11 persen kredit di i Bali disalurkan kepada UMKM yang tumbuh positif sebesar 3,91 persen yoy. Penyaluran kredit UMKM di Provinsi Bali lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, baik dari porsi kredit maupun pertumbuhan.
Kristrianti mengatakan, berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit didominasi sektor Bukan Lapangan Usaha sebesar 33,49 persen (tumbuh 4,69 persen yoy) dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 27,32 persen (tumbuh 1,27 persen yoy). Pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum yang bertambah sebesar Rp2,29 triliun (tumbuh 17,57 persen yoy) dan Sektor Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha sebesar Rp1,80 triliun (tumbuh 4,69 persen yoy).
DPK Tumbuh Positif NPL Rendah
Sementara itu, penghimpunan DPK tetap tumbuh positif sebesar 7,49 persen yoy mencapai Rp 203,97 triliun (November 2025: 8,26 persen yoy, Desember 2024: 13,85 persen yoy). Berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan nominal tabungan sebesar Rp7,50 triliun. Fungsi intermediasi masih menunjukkan tingkat yang positif tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) posisi Desember 2025 sebesar 58,60 persen.
Kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,44 persen lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya (November 2025: 2,65 persen, Desember 2024: 2,94 persen). Sementara itu, NPL net berada di posisi 1,68 persen (November 2025: 1,83 persen, Desember 2024: 2,04 persen). Penyelesaian kredit restrukturisasi dan ekspansi kredit berdampak positif bagi penurunan rasio Loan at Risk (LaR) menjadi 9,12 persen (November 2025: 9,62 persen, Desember 2024: 11,96 persen).
Ketahanan BPR di Provinsi Bali juga tetap kuat tercermin dari Cash Ratio (CR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di atas threshold, berturut-turut sebesar 16,04 persen dan 27,26 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.( */NL )
[10.34, 24/2/2026] Nani Bali Laksmy: Pasar Modal di Bali Tumbuh Double Digit Nilai Kepemilikan Saham Rp 7.69 T
Denpasar- hariandialog – Jumlah investor Pasar Modal di Provinsi Bali masih tetap menunjukkan pertumbuhan double digit dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Pada Desember 2025, jumlah investor di Provinsi Bali sebanyak 359.262 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 22,69 persen yoy (November 2025: 21,68 persen yoy, Desember 2024: 24,74 persen yoy).
Nilai kepemilikan saham di Provinsi Bali mencapai Rp7,69 triliun atau tumbuh 47,39 persen yoy lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 18,22 persen yoy. Sementara itu, nilai transaksi saham sebesar Rp 6,78 triliun atau tumbuh 72,49 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 71,16 persen yoy.
Sementara itu, Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan Provinsi Bali posisi Desember 2025 mencapai Rp12,16 triliun atau tumbuh 2,39 persen yoy (November 2025: 2,39 persen yoy, Desember 2024: 12,42 persen yoy). Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,31 persen (November 2025: 1,09 persen, Desember 2024: 0,93 persen).
Pembiayaan didominasi Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor dengan porsi penyaluran 19,49 persen, serta pembiayaan kepada Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya dengan porsi penyaluran 13,30 persen.
Penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura di Provinsi Bali tercatat sebesar Rp111,27 miliar atau tumbuh sebesar 22,34 persen yoy (November 2025: 19,70 persen yoy, Desember 2024: 9,49 persen yoy). Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga, tercermin dari NPF yang berada pada level rendah dan terkendali yaitu sebesar 1,17 persen (November 2025: 1,27 persen, Desember 2024: 1,22 persen).
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Fintech peer to peer lending juga masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi mencapai 40,59 persen yoy yakni sebesar Rp2,10 triliun (November 2025: 42,85 persen yoy, Desember 2024: 60,17 persen yoy). Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan pembiayaan, Tingkat Wan Prestasi 90 hari (TWP 90) Fintech peer to peer lending posisi Desember 2025 juga sedikit mengalami peningkatan menjadi sebesar 2,13 persen (November 2025: 2,27 persen, Desember 2024: 1,46 persen), namun masih dalam rentang yang terkendali.
Literasi, Inklusi, dan Pelindungan Konsumen
OJK terus mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan semua pihak dengan 10 (sepuluh) sasaran prioritas tertuang dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021-2025 yang mencakup Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda/i; Profesi; Karyawan; Petani dan Nelayan; Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Calon PMI; Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; Penyandang Disabilitas; Masyarakat Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T); Perempuan/Ibu Rumah Tangga; dan Komunitas.
OJK Bali terus melakukan bauran strategi yang dilaksanakan antara lain melalui edukasi keuangan secara tatap muka, edukasi keuangan secara online, aliansi strategis, dan juga melalui edukasi keuangan secara tematik.
Selama 2025 hingga Desember, OJK Provinsi Bali melaksanakan 10.276 kegiatan edukasi keuangan semua Kab./kota dengan 60 kegiatan secara mandiri, 10.097 kegiatan kerja sama Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK), dan 119 melalui kerja sama stakeholders jadi narasumber.Edukasi keuangan OJK Provinsi Bali ini menjangkau lebih dari 91.554 orang, edukasi via media sosial yang menjangkau sekitar 286.299 orang.
Edukasi Lembaga Jasa Keuangan di Bali melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sampai Desember 2025 mencapai 1.646 kegiatan menjangkau 834.138 peserta. Total pelaksanaan edukasi keuangan capai 11.922 kegiatan menjangkau 925.692 peserta.
Selama tahun 2025 -Desember OJK berkolaborasi dengan stakeholders melalui program intensifikasi pemanfaatan SiMolek, program 1-5 km care, edukasi segmented kepada pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, kepala desa, Aparat Sipil Negara (ASN), dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), program OJK Ngiring ke Banjar, serta Training of Trainers (ToT) bagi anggota Satgas PASTI.Selain itu, edukasi online melalui media sosial Instagram dan publikasi Iklan Layanan Masyarakat radio, media online di Bali.
Upaya literasi keuangan OJK Provinsi Bali diiringi penguatan program inklusi keuangan didukung dengan bersinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholders lainnya.Tahun 2025 – Desember, TPAKD Bali menggelar 845 kegiatan dengan peserta sebanyak 75.782 orang.kegiatan terkait program Kredit/Pembiayan Sektor Prioritas (K/PSP), Kejarku Pandai, UMKM Bali Nadi Jayanti, Program Peningkatan Inklusi Pasar Modal serta Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDa). ( */NL )
