Jakarta, hariandialog.co.id.- Kendati masih diwarnai kritik,
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimistis UU Kesehatan bisa
meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pemerataan tenaga
kesehatan juga bakal lebih terjaga.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan,
ada inovasi baru dalam UU Kesehatan untuk mengatasi kekurangan tenaga
kesehatan. Terutama dokter spesialis yang jumlahnya masih sedikit.
Inovasi itu adalah pendidikan melalui hospital base atau
berbasis rumah sakit. Penyelenggaranya adalah rumah sakit yang bekerja
sama denganfakultas kedokteran (FK). “Kami datang ke Royal College of
London karena di sana pendidikan dokternya paling bagus. Kita kirim
dari Indonesia untuk contek dan mengajak mereka jadi konsultan,”
katanya tulis jpcom.
Bahkan, dia berjanji mengundang ahli medis di dunia
untuk membuat seminar dan mengajari dokter Indonesia. Kementerian
Kesehatan akan menjadi sponsor. “Semua calon dokter, calon dokter
spesialis atau subspesialis, cepat daftar karena ada beasiswanya,
2.500 orang per tahun. Ini termasuk perawat,” ucapnya.
Dia juga menyebutkan bahwa beasiswa bisa diberikan untuk yang akan
kuliah ke luar negeri. Dalam waktu dekat, Budi akan pergi ke rumah
sakit luar negeri agar dokter Indonesia bisa praktik dan belajar di
sana.
Pemerhati kebijakan kesehatan Prof Amal C. Sjaaf meminta
agar semua pihak menyukseskan niat baik Kemenkes itu. ’’Buat peraturan
pelaksananya lebih baik dan detail,” ujarnya. Sehingga aturan dapat
dijalankan dengan maksimal. Menkes sendiri menargetkan aturan
turunanUU Kesehatan akan selesai September mendatang. (pitta).
