Jakarta, hariandialog.co.id.- — Penyanyi Rossa akhirnya mengambil
langkah hukum dengan melaporkan 78 akun media sosial ke Bareskrim
Polri pada Jumat (17/4) lalu atas dugaan pencemaran nama baik.
Langkah ini dilakukan setelah muncul berbagai konten yang dianggap
merugikan reputasi Rossa, terutama terkait tudingan operasi plastik
(oplas) gagal.
Sebelumnya, manajemen Rossa juga sudah mengirimkan somasi
kepada puluhan akun yang diduga menyebarkan fitnah melalui manipulasi
video dan foto dengan narasi tak sesuai fakta.
Rossa menjelaskan, langkah hukum ini merupakan tindak lanjut
dari arahan manajemen untuk mengusut dugaan fitnah yang merusak
reputasinya.
Dalam keterangannya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan,
Rossa mengibaratkan kasus yang dialaminya seperti dampak ulasan palsu
terhadap pelaku usaha kecil.
Ia mencontohkan jika sebuah warung makan mendapat ulasan
negatif yang tidak benar, hal itu bisa berdampak besar pada reputasi
dan kelangsungan usaha tersebut.”Kalau misalnya ada UMKM atau warung
yang tiba-tiba saingannya, lah, atau orang yang enggak suka, iseng
aja, misalnya nulis ‘saya ke sana, makan di situ nggak enak,
pelayanannya ini.’ Padahal itu tidak benar misalnya, nih,” kata Rossa
pada Jumat lalu, dilansir DetikHot.
Ia menambahkan, informasi yang salah tersebut dapat
menyebabkan kerugian besar, termasuk menutup usaha dan merugikan
banyak orang yang bekerja di sana.
Rossa juga menegaskan, langkah hukum ini bukan untuk
kepentingan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Ia berharap, kasus ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih
bijak dalam menggunakan media sosial.
“Saya dan teman-teman berpikir bahwa, ya kita udah dewasa
semua, ya. Jadi kita mungkin harus bersikap seperti orang dewasa.
Jadi, apa yang memang bisa kita lakukan, kita lakukan bukan hanya
untuk kepentingan kita pribadi saja, tapi juga mudah-mudahan ini bisa
bermanfaat buat banyak orang juga,” tutur Rossa yang juga akrab
dipanggil Teh Oca ini.
Adapun kuasa hukum manajemen Rossa, Natalia Rusli, menegaskan
bahwa langkah hukum ini bukan sikap antikritik. “Ini bukan semata-mata
Teh Oca atau manajemen itu baper, baper atau antikritik yang suka
sekali netizen katakan… Justru kalian tuh salah sekali. Justru Teh
Oca itu membuka kesempatan ya, membuka pintu maaf bagi para netizen,”
kata Natalia.
Natalia pun mengungkap jumlah akun yang diproses serta
bagaimana respons dari para pemilik akun tersebut. “Kurang lebih ada
yang kita laporkan sekitar 78 akun. 78 akun yang sudah kami laporkan
dan kami juga menginformasikan… ada 79 akun yang sudah meminta maaf
dan men-take down. Dan kami membuka pintu dan kami sangat bersyukur
teman-teman ada yang sadar,” ujarnya, tulis cnni. (tur-01)
