Jayawijaya, hariandialog.co.id.- – Suasana di Wamena, Kabupaten
Jayawijaya, Papua Pegunungan, berubah mencekam usai perang antarsuku
pecah gegara denda adat kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan
anggota DPRD Lanny Jaya. Perang ini mengakibatkan dua orang tewas dan
19 lainnya mengalami luka-luka.
Bentrokan kali ini melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku
Kurima (Woma) menggunakan senjata tajam dan panah. Bentrokan awalnya
terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5). Namun meluas di
sejumlah lokasi di Jayawijaya hingga Jumat, 15 Mei 2026.
Dirangkum detikcom, Minggu (17/5/2026), berikut fakta-fakta
perang suku yang dipicu denda adat hingga mengakibatkan dua warga
tewas:
Anggota DPRD Lanny Tewas Kecelakaan
Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin mengatakan bentrokan dua
kelompok warga itu dipicu kasus kecelakaaan lalu lintas yang
menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya. Peristiwa itu terjadi pada 17 Mei
2024 silam.
“Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas
akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas
yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024,” kata
Irjen Patrige dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026. (bian-01)
