Padang, hariandialog.co.id.- Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang mengambil langkah
strategis dalam memperkuat kapasitas kaum perempuan di era digital.
Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mengaktifkan sistem
deteksi dini terkait perlindungan anak terhadap berbagai bentuk
kerentanan sosial di tengah masyarakat. Komitmen nyata tersebut
diwujudkan melalui pelatihan interaktif dan self-care clinic bertajuk
“Awaken the Power Within”.
Kegiatan strategis yang mempertemukan berbagai unsur
perempuan ini digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang,
pada Senin kemarin. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari 48
organisasi wanita yang berada di bawah naungan GOW Kota Padang.
Miyor Pelatihan ini bertujuan besar untuk mentransformasikan
peran perempuan, dari yang semula berfokus pada penggerak domestik
menjadi benteng pengawasan sosial yang responsif terhadap dinamika
zaman. Penasihat GOW sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang,
Dian Puspita Fadly Amran, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi
intelektual merupakan syarat mutlak bagi perempuan modern.
Selain itu, kecakapan digital juga dinilai penting tanpa
harus mengikis akar kebudayaan lokal yang ada. “Perempuan Kota Padang
dituntut untuk cerdas digital, produktif, dan mandiri secara ekonomi
di era maksimasi teknologi saat ini. Namun, esensi utama sebagai
perempuan Minangkabau yang berpegang pada filosofi ABS-SBK harus tetap
menjadi fondasi moral,” ujar
Dian Puspita dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 19 Mei
2026. Dian menambahkan, struktur keluarga yang kokoh merupakan pilar
utama pembangunan kota yang pintar dan sehat. Di samping isu adaptasi
teknologi,
Pemko Padang juga menaruh perhatian yang sangat serius pada
penguatan fungsi pengawasan di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Menanggapi isu kerentanan sosial tersebut, Staf Ahli Bidang SDM dan
Kemasyarakatan Setda Kota Padang, Feri Mulyani, mengajak seluruh kader
untuk meningkatkan kepekaan bertetangga.
Langkah ini dirasa krusial guna mencegah terjadinya
kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT). “Pemko Padang meminta kader
perempuan di 48 organisasi wanita bertindak aktif sebagai ‘mata dan
telinga’ bagi lingkungan sekitarnya. Kita harus merevitalisasi
kepedulian sosial guna memastikan tidak ada ruang bagi pelaku
kekerasan,” tegas Feri Mulyani, tulis viva. (rini-01)
