Solok, hariandialog.co.id.- Penguatan serta pengayaan data yang
terintegrasi hingga perencanaan pembangunan daerah yang matang, kini
menjadi tantangan utama bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di
Solok Selatan.
Kedua hal tersebut dinilai saling berkaitan erat dan
menjadi pondasi mendasar dalam menentukan arah pembangunan daerah ke
depan. Bupati Khairunas menyebutkan bahwa setelah dilakukan penyatuan
persepsi mengenai data penduduk, basis data (database) masyarakat
harus segera tersedia dalam waktu dekat.
“Kami ingatkan kembali bagaimana pendataan dilakukan di
lapangan, sehingga data ini betul-betul terintegrasi serta diketahui
di seluruh tingkatan. Data Dasawisma ini nantinya akan menjadi basis
data untuk DTSEN yang dikelola oleh BPS,” kata Khairunas dikutip dari
keterangan tertulis, Selasa 19 Mei 2026.
Khairunas menjelaskan, keakuratan data ini sangat
diperlukan oleh pemerintah daerah untuk memotret kondisi riil
masyarakat. Melalui data yang valid, pemerintah dapat mengukur tingkat
kesehatan warga, cakupan (coverage) jaminan kesehatan, hingga jumlah
penduduk yang benar-benar bermukim di Solok Selatan.
Demi memastikan program ini berjalan maksimal, Bupati
menginstruksikan adanya rencana evaluasi berkala yang ketat, yakni
setiap dua minggu sekali. Selain itu, pertemuan koordinasi besar juga
akan digelar setiap tiga bulan sekali untuk memastikan perkembangan
yang nyata dan terukur di lapangan. “Ke depan, setiap pertemuan
strategis dengan pihak kementerian di pusat atau koordinasi dengan
pemerintah provinsi harus dibarengi dengan penyajian data yang
akurat,” tegas Khairunas.
Selain masalah data, Bupati Solok Selatan juga menyoroti
terkait perencanaan pembangunan daerah yang harus dipersiapkan secara
matang. Menurutnya, seluruh rancangan pembangunan ke depan wajib
selaras dan berhubungan langsung dengan visi serta misi pemerintah
daerah yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Khairunas mengingatkan bahwa perencanaan
yang matang tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) saja. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor
agar perencanaan pembangunan dapat terintegrasi dengan baik serta
memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi Masyarakat, tulis
viva. (rini-01)
