Jakarta, hariandialog.co.id.- – Wakil Ketua (Waka) DPRD DKI Jakarta
Rany Mauliani prihatin dengan isu dugaan prostitusi anak di kawasan
Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar). Rany meminta kabar itu
ditindaklanjuti secara serius oleh polisi dan pemerintah setempat.
“Kami tentu sangat prihatin dan mengecam keras apabila
benar terdapat praktik eksploitasi maupun prostitusi anak di kawasan
Lokasari, Jakarta Barat. Informasi yang viral ini tidak boleh dianggap
angin lalu dan harus ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak
hukum serta seluruh unsur pemerintah daerah,” kata Rany kepada
wartawan. Selasa, 26 – 05 – 2026.
Rany menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran
ketertiban umum, tapi menyangkut perlindungan anak dan kemanusiaan.
Menurutnya, jika benar ada anak-anak yang terlibat prostitusi, maka
harus diposisikan sebagai korban yang wajib dilindungi, dipulihkan,
dan didampingi secara psikologis maupun hukum.
“Kami meminta aparat kepolisian bergerak cepat, transparan,
dan tegas membongkar jaringan maupun pihak-pihak yang terlibat,
termasuk jika ada unsur pembiaran atau backing di lapangan. Pemerintah
daerah melalui dinas terkait juga harus memperkuat pengawasan kawasan
rawan, melakukan patroli terpadu, serta memperketat pengawasan tempat
hiburan dan penginapan yang berpotensi menjadi lokasi eksploitasi
anak,” ucapnya.
Dia menyebut diperlukan juga langkah pencegahan yang lebih
sistematis, mulai dari penguatan pengawasan lingkungan, edukasi
keluarga, literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat
agar anak-anak tidak menjadi korban eksploitasi. “Kami juga mengimbau
masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan,
perdagangan orang, atau eksploitasi anak di lingkungan sekitar,”
ujarnya.
Seperti diketahui, kawasan Lokasari, Tamansari, Jakbar,
diviralkan diduga menjadi tempat prostitusi anak di bawah umur. Pihak
kepolisian bergerak melakukan penyelidikan.
Informasi tersebut viral di media sosial seperti dilihat
detikcom, Senin (25/5). Dalam postingan viral, dinarasikan video yang
beredar itu direkam oleh seorang warga negara (WN) Jepang.
Perekam video tampak dihampiri beberapa orang yang diduga
menawarkan jasa prostitusi. Dalam video yang beredar, mereka terdengar
berteriak dan mengatakan ‘seventeen’ dan ‘perawan’ kepada perekam
video.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Tamansari Kompol Bobby M.
Zulfikar mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan. Polisi juga
sudah mengecek Lokasari yang diviralkan menjadi tempat prostitusi.
“Ada berita tersebut, kami cek lokasi, ini terkait video yang baru.
Kami jelaskan lagi ini masih dalam tahap pendalaman ataupun proses
lidik (penyelidikan),” kata Bobby saat dihubungi, Senin (25/5) tulis
dtc (fas/jbr-horas)
