Jakarta, hariandialog.co.id.- — Wakil Menteri Sekretaris Negara
(Wamensesneg) Juri Ardiontoro menyampaikan pembelian 1.098 sapi kurban
yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha tahun ini
bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Juri mengatakan biaya pengadaan 1.098 sapi kurban presiden
tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliarm yang bersumber
dari APBN melalui bantuan kemasyarakatan presiden.
Menurutnya, besaran anggaran sapi di setiap tempat
berbeda-beda karena harga sapi menyesuaikan bobot dan lokasi pengadaan
di masing-masing daerah. “Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui
anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi,
harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya
juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi
di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak
Rp100-an miliar,” kata Juri dalam konferensi pers di Istana
Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menyebutkan sebanyak 598 sapi dialokasikan untuk
pemerintah daerah di seluruh Indonesia, sementara 500 sapi lainnya
disalurkan ke pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial,
hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Pada tahun ini, dalam rangka
Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden
(Prabowo) berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098
ekor sapi,” ucapnya.
Selain itu, distribusi sapi kurban mencakup seluruh wilayah
administrasi di Indonesia, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Namun, jumlah sapi untuk pemerintah daerah (Pemda) tercatat lebih
banyak dibanding jumlah wilayah penerima, tulis cnni. (halim-01)
