Jakarta, hariandialog.co.id.- Mantan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi
alias Pepen mengungkapkan bahwa ada tahanan yang kerap melakukan hal
aneh saat mendekam dibalik Rutan KPK. Dia menyebut hal anehnya yakni
melakukan olahraga senam tanpa busana.
Hal itu terungkap ketika Pepen hadir menjadi salah satu
saksi dalam persidangan kasus pungli di Rutan KPK pada Senin, 7
Oktober 2024.
Dia menyebut tahanan yang melakukan hal aneh itu yakni
terpidana kasus suap hakim agung, Heryanto Tanaka.
Awalnya, pengacara terdakwa Hengki bertanya soal adanya
praktik penyewaan sel tahanan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Pepen
pun mengamininya.
Kemudian, Pepen menjelaskan fasilitasnya sempat digunakan
oleh Wali Kota Yogyakarta periode 2017-2022, Haryadi Suyuti. Haryadi
menggunakan sel sewaan itu hanya untuk menyuntikkan insulin. “Jadi
dia memanfaatkan sel yang ujung dan itu berbayar,” ujar Pepen di ruang
sidang.
Kemudian, dia juga menuturkan fasilitas sel sewaan itu juga
pernah dipakai oleh Heryanto Tanaka. Ia kemudian menjelaskan awal
mulanya Tanaka menyewa sel itu.
“Itu saya pernah menyampaikan kepada Pak Ricky (staf bagian keamanan
Rutan KPK), ‘Pak Ricky, ini Pak Tanaka ini orangnya kan agak spesifik
gitu, dia enggak mau berbaur di ruangan. Dia inginnya sendiri. Karena
kalau jam 2 malam dia telanjang sambil senam. Sehingga mengganggu 3
orang itu yang di kamar. Orang mau tahajud jam 2 atau setengah 2, dia
telanjang sambil senam di kamarnya. Akhirnya, dia pengen ikut seperti
yang Pak Wali Kota Jogja itu,” kata Pepen.
Selanjutnya, Pengacara Hengki meminta kepada Pepen untuk
menjelaskan soal praktik sewa menyewa sel lebih jauh. Pepen mengakui
bahwa penyewaan ditawarkan oleh para petugas rutan yakni Ricky
Rachmawanto dan Agung Nugroho. “Pada saat itu, siapa yang menawarkan
adanya fasilitas penyewaan jasa itu?,” tanya pengacara.
Pepen menjawab pertanyaan pengacara terdakwa. “Kalau yang
pertama saya enggak tahu. Tapi kalau yang kedua dia datang ke saya,
nanti saya bicarakan ke koordinator dan yang bertanggung jawab, pada
saat itu diizinkan,” jawab Pepen.
“Siapa?,” sebut pengacara. “Dengan Pak Tantib (keamanan dan
ketertiban), ya Pak Agung sama Pak Ricky,” ucap Pepen tulis viva.
(han-01)
