Tarutung, hariandialog.co.id.– Countener sampah sengaja
ditempatkan persis di depan pintu masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Tarutung, Tapanuli Utara. Sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Bau tak sedap itu bukan hanya bagi mereka yang
berurusan dengan rumah sakit, tapi juga warga yang ada disekitarnya
dan juga kampung Siwalu Oppu, Tarutung, Tapanuli Utara. “Tempat sampah
yang terbuat dari besi ini sudah lama diletakkan Dinas Kebersihan Kota
Tarutung,” sebut pedagang yang ada di pinggir jalan Sisingamangaraja
itu.
Menurut pedagang yang tidak mau disebut nama dan marga
dan asal pria tersebut, bau busuk atau tak sedap akan keluar bila
hujan satu harian. Petugas tidak bisa bekerja untuk mengangkat tong
besar berisi sampah itu. “Kalau satu hari saja tidak diangkat sudah
pasti baunya kemana-mana dan kami yang berjualan di pinggir jalan ini
terlebih dahulu diserang baunya,”jelasnya.
Pedagang yang hanya tamatan Sekolah Dasar itu
menyebutkan, countener sampah itu, sepertinya tidak sejalan dengan
tulisan di dinding batu rumah sakit “LINGKUNGAN BERSIH ANDA SEHAT”.
“Kan itu rumah sakit tempat orang cari sehat. Kok bisa Dinas
Kebersihan meletakkan tong sampah alias counter persis di depan rumah
sakit ini. Apa para dokter atau petugas rumah sakit tidak melihat dan
tidak kebauan,” terang sang pria tersebut.
Nada serupa disampaikan tukang becak bermotor (bentor)
yang sering mangkal di prapatan depan rumah sakit itu. “Saya juga
bingung dan heran, kok tempat pembuangan sampah sementara itu
ditempatkan persis dipintu masuk rumah sakit. Kan orang mau sehat kok
malah dibiarkan oleh pejabat Dinas Kebersihan Tarutung bau busuk di
depan pintu masuk. Untuk itu, Bupati sudah harus segera memerintahkan
pembantunya dalam hal ini Dinas Kebersihan memindahkan countener itu
ke lokasi lain,” ungkap warga Sipaholon itu. (tob)
