Jakarta, hariandialog.co.id.- – Kapolsek Tambora Komisaris Polisi
Putra Pratama mengatakan ada dugaan masih ada calon legislatif (caleg)
lain yang menjadi korban penipuan pinjaman dana kampanye modus beli
koper. Dugaan ada korban lain itu terungkap setelah polisi memeriksa
NZ, 52 tahun, makelar penipuan terhadap M, caleg DPRD DKI Jakarta.
“NZ menerangkan bahwa masih ada banyak caleg lain yang menjadi korban
komplotan ini, yang dibawa oleh broker atau makelar lain,” kata
Putra, Ahad, 12 November 2023.
Awalnya, NZ menipu M, 58 tahun, dengan menawarinya pemodal yang
bersedia memberi pinjaman tanpa jaminan untuk dana kampanye hingga
miliaran rupiah. Syaratnya hanya membeli sejumlah koper seharga Rp 5
juta untuk membawa uang Rp 5 miliar per koper. M ditipu dengan
kerugian Rp 23 juta.
Selain M, NZ mengatakan ada korban penipuan yang lain, yaitu seorang
caleg DPR RI berinisial B. “Penipuan sebesar Rp 200 juta namun korban
B belum membuat laporan,”ujar Putra tulis tempo.
Putra mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan modus
penipuan seperti itu. Menurut Kapolsek Tambora itu, tidak masuk akal
orang memberikan pinjaman miliaran tanpa jaminan dan hanya wajib
membeli koper. “Kami juga mengimbau kepada Caleg lain yang telah
menjadi korban dari kelompok ini agar melaporkan ke polisi setempat
agar dapat diproses hingga akarnya,” katanya. (han)
