Blora, hariandialog.co.id.- Di balik gedung sederhana SD Negeri 1
Kalangan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, sosok Aulan Nazizatun
Wafiroh, tetap setia mengabdikan diri sebagai guru olahraga meski
hanya menerima gaji Rp 200 ribu per bulan.
Dengan penghasilan yang jauh dari kata layak, perempuan yang akrab
disapa Fifi tersebut tetap mengabdikan diri di SDN 1 Kalangan.
Gaji Rp 200 ribu yang diterimanya itu bahkan tak cukup untuk memenuhi
kebutuhan pokok sehari-hari. Apalagi dirinya sudah berkeluarga, dan
memiliki anak.
Gaji Rp 200 ribu itu pun, merupakan hasil iuran dari para guru-guru
lain di SDN 1 Kalangan.
“Kalau gaji Rp 200 ribu per bulan mas, itu pun sukarela teman-teman
guru-guru di sini.”
“Kalau untuk belanja ya cukup nggak cukup, yang penting bisa buat beli
bensin saja, itu sudah alhamdulillah,” jelas Fifi saat ditemui di SDN
1 Kalangan, Selasa (27/1/2026).
Lebih lanjut, Fifi mengatakan dirinya tidak ikut untuk diangkat PPPK
penuh waktu dan PPPK paruh waktu, lantaran dianggap belum memenuhi
persyaratan.
“Itu karena kemarin saya enggak bisa masuk di administrasi, saya tidak
bisa masuk Dapodik Negeri. Sebenarnya saya sudah masuk di Dapodik tapi
di swasta.”
“Lalu saya mutasi di SDN 1 Kalangan ini, juga belum bisa, soalnya
terkendala peraturan, kalau belum dua tahun pengabdian, tidak bisa
masuk di Dapodik Negeri, itu peraturannya,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya belum bisa ikut diangkat PPPK penuh waktu
atau pun PPPK paruh waktu, karena terganjal aturan.
“Sepengetahuan saya syaratnya diangkat PPPK itu, kan harus masuk
Dapodik itu. Sedangkan saya di Dapodik negeri belum bisa masuk.”
“Saya sudah punya sertifikat pendidik. Sudah lolos PPG juga. Saya juga
S1 linier sesuai yang saya ampu di SDN 1 Kalangan ini, yakni
olahraga,” jelasnya.
Fivi merupakan lulusan sarjana olahraga dari Universitas Nusantara
PGRI Kediri, tulis tribune. (harun-01)
