Batang, hariandialog.co.id.- Sekitar 700 warga Dukuh Rejosari, Desa
Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang mengungsi setelah kampung
mereka diterjang longsor.
Sebagian warga mengungsi ke rumah sanak saudara mereka, sebagian
lainnya ke tempat-tempat pengungsian yang disediakan pemerintah
setempat. Longsor terjadi, pada Jumat, 23-01-2026, pukul 17.30.
Peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah rusak parah dan hampir 700
warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tak hanya permukiman, material longsor dan pohon tumbang
juga menutup sejumlah jalur vital, termasuk akses Dukuh Pranten dari
Rejosari dan Deles, serta jalur Rejosari-Sigemplong.
Akibatnya, Desa Pranten sempat lumpuh total karena listrik padam dan
distribusi air bersih terhenti.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Muhammad Fajri menjelaskan,
longsor dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur
wilayah tersebut sejak Jumat pagi hingga petang.
“Material tebing menjadi basah dan tidak kuat menahan beban
sehingga terjadi longsor. Penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem,”
kata Fajri kepada Tribun Jateng, Senin, 26-01-2026, tibunejateng.
(bagas-01)
