Jakarta, hariandialog.co.id – Kinerja Inspektorat Pembantu Kota (Irbanko) Jakarta Timur dinilai tak respon terhadap laporan masyarakat dan pemberitaan media .Tentu saja hal ini tidak melaksanakan tupoksinya yang merupakan unsur pengawasan internal penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Jakarta Timur (Jaktim) membina dan mengawasi penyelenggaraan urusan penerapan anggaran agar sesuai dengan yang direncanakan
Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah yang semestinya demi mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Pemerintah Kota Administratif (Pemkoad) Jaktim.
Seperti halnya dalam pekerjaan saluran U Ditch di wilayah Jaktim, sangat menyulitkan wartawan untuk konfirmasi terkait proyek tersebut tak mempunyai papan proyek sehingga masyarakat sulit mengetahui siapa pelaksana proyek, masa kerja proyek, dan berapa nilai anggaran.
Dimana proyek pemasangan U ditch juga dilakukan oleh Sudin Binamarga, Sudin Sumber Daya Air, Sudin Perumahan selaku kuasa pengguna anggaran (KPA). Namun sama-sama juga tidak memasang papan proyek yang ditenggarai berapa pihak, bertujuan untuk pekerjaan tersebut tanpa diketahui masayarakat mengenai nilai, pelaksana kerja, dan juga masa pekerjaan.
Wartawan juga dibuat sulit untuk melakukan konfirmasi terkait tidak dipasangnya papan proyek dan juga terkait kurang baiknya pekerjaan/pelaksanaan proyek di lapangan.
Hal tersebut juga dialami warga di RW 011 Pondok Kopi Kelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit, Jaktim, seperti mereka menyampaikan keluhannya kepada Dialog, Selasa (3/10/23) di kawasan proyek yang masih berjalan.
Menurut salah seorang mengaku bernama Dandi, dia sangat mengeluhkan sebelum proyek di mulai warga di RW 11 ini dikumpulkan untuk sosialisasi dari pihak kantor walikota, tapi tak menjelaskan ada proyek saluran dan dalam pelaksanaannya setiap yang dikerjakan hari itu sudah tertutup salurannya dan tanahnya tidak boleh dibiarkan dit empat sudah harus diangkut agar tak mengganggu activitas warga yang terkena proyek namun kenyataannya sampai berhari -hari tanahnya menumpuk dan salurannya tidak langsung ditutup, tuturnya.
Ketika hal tersebut hendak dikonfirmasi ke Irbanko Jaktim Dasuki, Selasa (2/10)di kantornya, Pamdal bernama Jaja menyampaikan lagi banyak kerjaan, dan kalau sudah senggang nanti dihubungi melalui telepon, jelasnya. Namun hinga berita ini diturunkan telepon yang di janjikan tak terbukti. (Hnb)
