Jakarta, hariandialog.co.id.- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Dadan Hindayana menyatakan, BGN membuka kesempatan kepada siapapun
untuk menjadi mitra pengelola Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG)
atau dapur umum kepada siapapun.
Hal ini menyusul tudingan yang menyebut banyak dapur MBG
yang justru dikuasai anggota dewan, sehingga memperkecil kesempatan
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Untuk anggota dewan, begini,
program Makan Bergizi terbuka untuk seluruh warga negara,” kata Dadan
dalam konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta
Pusat, Senin, 22 September 2025.
Ia juga menyatakan, pembukaan dapur umum sudah melalui tahap
verifikasi. Verifikasi tersebut tidak dilakukan oleh BGN, melainkan
oleh mitra yang bekerja sama. Verifikasi pun melibatkan 100 orang yang
berbasis pada kelengkapan dan kesiapan. “(Basisnya) kesiapan,
kelengkapan, kesiapan profesionalisme. Biasanya kami akan tahu siapa
di balik SPPG itu setelah operasional. Nah, itu baru kami mendapatkan
laporan ya,” ucap Dadan.
Dadan mengklaim, penerima manfaat utama dalam program ini
justru UMKM yang bekerja sama. Sebab program ini didesain untuk
menghidupkan dan memutarkan roda ekonomi di daerah-daerah. “Anchor-nya
atau pengguna utamanya adalah seluruh, sebagian besar yang bekerja di
food and beverage, bergerak di bidang catering, restoran, cafe. Itu
anchor-nya program Makan Bergizi. Makanya sebagian besar berlangsung
dengan setelah kegiatan berjalan,” beber Dadan.
Di sisi lain ia tidak memungkiri, ada sejumlah mitra yang
teridentifikasi bukan orang baru. Namun, proses verifikasi yang
dilakukan kepada mitra bukanlah ditangani oleh dirinya. Verifikasi
berbasis portal yang dilakukan oleh orang verifikator. “Kami melihat
ada beberapa pemilik yang memang kami identifikasi seperti orang-orang
yang memang sudah kita kenal, tapi pada proses verifikasi kami tidak
melihat itu. Dan kami verifikasi berbasis portal,” tandas Dadan, tulis
Kompas. (anara-01)
