Situbondo, hariandialog.co.id.- – Wajah Samsul Arifin tampak sumringah. Petani tebu asal Kecamatan Asembagus, Situbondo, itu akhirnya bisa bernapas lega setelah hasil panennya terserap dengan baik pada musim giling tahun 2026. Baginya, tebu bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan penopang utama ekonomi keluarga.”Alhamdulillah tebu kami cepat tergiling sehingga kualitasnya tetap bagus. Kami berharap kondisi ini terus terjaga sampai akhir musim giling agar hasil yang diterima petani juga semakin meningkat,” ujar Samsul, Sabtu, 01-08-2026.
Menurutnya, kepastian penyerapan hasil panen menjadi harapan terbesar para petani setiap musim giling. Dengan tebu yang cepat diproses di pabrik, petani memperoleh kepastian penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Bagi kami, tebu bukan merupakan satu-satunya sumber penghidupan keluarga. Berkat hasil panen yang terserap dengan baik, kami bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai sekolah anak, dan menyiapkan modal untuk musim tanam berikutnya,” tuturnya.
Optimisme para petani itu sejalan dengan meningkatnya kinerja musim giling PG Assembagoes. Hingga akhir Juli 2026, pabrik gula tersebut telah menggiling 279 ribu ton tebu, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 213 ribu ton. Produksi gula pun ikut melonjak menjadi 18.272 ton, atau naik 46 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang sebesar 12.453 ton.
Asisten Manager PG Assembagoes, Agus Dwi, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil sinergi antara perusahaan dan petani yang terus menjaga produktivitas tanaman tebu. “Realisasi giling hingga saat ini mencapai 279 ribu ton atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi gula juga mencapai 18.272 ton atau naik sekitar 46 persen. Capaian ini menunjukkan proses giling berjalan baik dan hasil panen petani dapat terserap secara optimal,” kata Agus.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, PG Assembagoes juga terus menjalankan program bongkar ratun dan peremajaan tanaman tebu. Pada 2026, program tersebut menargetkan 3.115 hektare lahan tebu di Kabupaten Situbondo. Khusus wilayah kemitraan PG Assembagoes, realisasinya telah mencapai 1.938 hektare.
Tak hanya dirasakan petani, lanjut Agus, meningkatnya kapasitas giling juga memberi efek berganda bagi perekonomian masyarakat di sekitar pabrik. Aktivitas musim giling yang semakin tinggi ikut menghidupkan usaha para pedagang makanan, warung kopi, toko kebutuhan harian, hingga pelaku UMKM yang melayani pekerja pabrik, sopir angkutan tebu, dan petani. tulistimesindonesia. (umar-01)
