Jakarta, hariandialog.co.id.- Pemerintah menempatkan pengendalian
harga komoditas pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga
stabilitas inflasi nasional agar tidak menekan daya beli masyarakat.
Langkah ini dinilai krusial, terutama bagi kelompok
berpenghasilan rendah yang paling rentan terdampak kenaikan harga
kebutuhan pokok.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi
Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan
pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan tersebut
berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa, 27-01-2026
Tito menyampaikan bahwa laju inflasi nasional hingga saat ini
masih berada dalam kondisi relatif terkendali. Menurutnya, capaian
tersebut tidak terlepas dari intensitas koordinasi yang rutin
dilakukan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Inflasi ini
bisa terkendali karena kita melakukan rapat seperti ini setiap minggu.
Semua daerah bekerja, semua kementerian juga bergerak,” ujar Tito.
Mendagri mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada.
Pasalnya, jika inflasi menembus ambang batas tersebut, dampaknya akan
paling dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan harian. “Kenaikan
harga beras, minyak, telur, daging, ikan itu akan sangat terasa bagi
mereka yang penghasilannya harian. Kesulitannya langsung dirasakan,”
tegasnya.
Dalam pemaparannya, Tito juga menjelaskan bahwa salah satu
penyumbang inflasi terbesar secara tahunan berasal dari komoditas emas
perhiasan yang dipengaruhi dinamika pasar global.
Selain emas, kenaikan harga juga tercatat pada sejumlah
komponen lain, seperti makanan dan minuman, sektor transportasi, serta
perawatan pribadi. Peningkatan permintaan menjelang perayaan Natal dan
Tahun Baru turut memberikan tekanan terhadap laju inflasi. “Kalau emas
perhiasan, itu mengikuti harga dunia dan sulit kita bendung. Karena
itu, fokus kita adalah faktor lainyang paling utama makanan dan
minuman, karena itu yang langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Tito,
tulis hms. (pitta-01) .
