Pontianak, hariandialog.co.id.- – Kekecewaan terhadap
pemadaman listrik bergilir yang dinilai tak sesuai jadwal mendorong
perwakilan tokoh masyarakat mendatangi kantor PT PLN (Persero) Unit
Layanan Pelanggan (ULP) Siantan, Senin (6/7/2026) malam.
Mereka meminta penjelasan langsung dari manajemen terkait
pemadaman yang berlangsung lebih lama dari informasi yang diterima
warga.
Dalam penyampaian aspirasi itu, warga menilai ketidakpastian
jadwal pemadaman telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka
mengaku kesulitan karena listrik padam hingga sekitar delapan jam
tanpa kepastian kapan kembali menyala. “Sudah delapan jam hari ini.
Kami datang bukan mencari masalah, tapi meminta kepastian dan solusi.
Anak-anak kami tidak bisa tidur karena listrik padam,” ujar salah
seorang perwakilan warga.
Warga mempertanyakan mengapa jadwal pemadaman yang beredar
tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut mereka, jika memang
terjadi gangguan di luar rencana, PLN seharusnya segera menyampaikan
informasi kepada pelanggan. “Kami ingin tahu sebenarnya listrik hidup
jam berapa. Jangan sampai masyarakat hanya disuruh menunggu tanpa ada
penjelasan,” katanya.
Selain itu, warga menilai sebagai pelanggan yang rutin
membayar tagihan listrik, mereka berhak memperoleh pelayanan yang
lebih baik, termasuk informasi yang jelas ketika terjadi gangguan.
“Kalau kami terlambat bayar ada denda, bahkan bisa diputus. Sekarang
giliran kami meminta hak sebagai pelanggan, yaitu pelayanan dan
kepastian informasi,” ujarnya, tulis dtc. (tumbur-01)
