Jakarta, hariandialog.co.id.- — Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Paus
Leo XIV masa bodoh dikritik lagi oleh Presiden Amerika Serikat Donald
Trump.
Paus Leo mengatakan ia menerima semua kritik selagi kritik tersebut
mengandung kebenaran. Sebab, yang ia dan gereja lakukan yakni
memberitakan injil dan perdamaian. “Misi Gereja adalah untuk
memberitakan Injil dan perdamaian,” kata Paus Leo saat meninggalkan
Castel Gandolfo, seperti dikutip CNN.
Paus Leo berkata demikian menanggapi kritik terbaru Trump
terhadapnya bahwa ia mendukung Iran memiliki senjata nuklir.
Sang Bapa Suci lantas menekankan ia tak pernah mendukung hal
tersebut, terutama Gereja yang sejak bertahun-tahun lamanya menentang
keras senjata pemusnah massal. “Gereja telah bicara menentang semua
senjata nuklir selama bertahun-tahun, jadi tidak ada keraguan. Saya
hanya berharap didengar karena nilai firman Tuhan,” katanya kepada
wartawan.
Dalam wawancara baru bersama pembawa acara radio Hugh Hewitt,
Trump mengatakan bahwa Paus Leo “lebih suka bicara tentang fakta bahwa
tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.”
Ia terang-terangan mengaku tak senang dengan sikap sang Paus
tersebut. “Saya rasa itu bukan hal yang baik. Saya pikir dia
membahayakan banyak umat Katolik dan banyak orang. Tapi saya kira jika
itu terserah Paus, dia pikir tidak apa-apa jika Iran memiliki senjata
nuklir,” ucap Trump, seperti dikutip The Guardian.
Baru Sehari, Trump Setop Project Freedom Kawal Kapal di Selat
Hormuz. Pernyataan Trump ini dilontarkan dua hari sebelum Menteri Luar
Negeri AS Marco Rubio bertemu Paus Leo di Vatikan pada Kamis (7/5).
Banyak pihak menilai lawatan Rubio ditujukan meredakan ketegangan AS
dengan Vatikan setelah Trump berulang kali mengomentari Paus.
Trump sebelumnya mengatakan Paus Leo bersikap lembek terhadap
kejahatan dan terorisme, serta mendukung Iran memiliki senjata nuklir
imbas penolakannya terhadap perang AS di Iran.
Paus Leo sendiri tidak pernah mengatakan bahwa Iran boleh
memiliki senjata nuklir. Ia selama ini hanya menentang perang AS di
Iran serta eskalasi konflik di Lebanon dan Timur Tengah secara lebih
luas.
Paus Leo juga berulang kali menyerukan gencatan senjata dan
dialog kepada seluruh pihak yang bertikai, tulis cnni. (alex-01)
