
Jakarta, hariandialog.co.id.- Satuan pelaksana (Satpel)
Suku Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kecamatan Pasar Minggu,
Jakarta Selatan yang berada di Jalan Siaga Raya, tepatnya di sisi
kanan belakang Kantor Kelurahan Pejaten Barat, menyiapkan lapak
menerima barang bekas.
Para pembuang sampah baik gerobak Tarik, gerobak motor
maupun kenderaan pick up, sudah menyiapkan barang bekas mulai dari
kardus, botol aqua kosong dan lain-lainnya langsung diterima. “Kami
sebelum menurunkan sampah terlebih dahulu menimbang barang bekas yang
sudah dipilah pilah dari lingkungan,” kata para premotor gerobak
sampah itu.
Di dalam hanya berjarak beberapa meter dari tempat
pembuangan sampah sudah ada yang menerima. Barang ditimbang di tempat
alat ukur berat yang sudah tersedia. Setelah itu, di kumpulkan dalam
satu karung plastic besar kemudian di naikkan ke atas truk yang sudah
tersedia. “Truk yang milik pemerintah. Buktinya nomor polisinya dasar
hitam tulis merah dan ada tulisan Pemda DKI Jakarta,” kata salah
seorang penarik gerobak sampah.
Masalah menggunakan kendaraan apa dan kemana di angkut atau
dibawa bukan urusan mereka yaitu Satpel. “Kita langsung dibayar
setelah ditimbang. Tidak pernah utang dan uang sampah bekas itulah
buat makan dan untuk bantuan menaikkan ke truk sampah warga yang kita
bawa. Dan memang sebagian kita simpan buat pembayaran bulan yang
Rp.400 ribu,” ungkapnya.
Terkait kenapa harus menggunakan kendaraan milik Pemda DKI
Jakarta dalam hal ini Sudin Lingkungan Hidup dan kebersihan alat
angkutnya, para petugas tidak ada yang berani memberi keterangan.
Padahal, dipertanyakan pengemudi dan kondekturnya adalah penggajiannya
oleh Pemda dan begitu juga Bahan Bakan Minyak (BBM) pemerintah Pemda
DKI Jakarta yang bayar.
Ketika hal ini mau dipertanyakan kepada Satpel Lingkungan
Hidup dan Kebersihan Kecamatan Pasar Mingu, Dadang, oleh beberapa pria
berpaikan baju orange maupun kemeja biasa mengatakan sedang keluar
kantor. “Satpel tidak ada di ruangannya. Tadi pamit sama stafnya ke
luar kantor kalau tidak salah ke Sudin,” kata sang pria di ruang
belakang. (tim)
