Mataram, hariandialog.co.id.- – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah (Diskop UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeklaim
121 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di NTB mulai
beroperasi. Pemprov NTB menargetkan seluruh KDKMP di NTB beroperasi
penuh pada 2027.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad mengatakan
dari total 1.166 Koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbentuk di
NTB, 121 koperasi sudah beroperasi. Bahkan, beberapa koperasi sudah
melaksanakan model bisnis dengan baik. “Salah satu contoh koperasi di
Kelurahan Ampenan Utara, Kota Mataram. Itu koperasinya sudah
terkoneksi dengan menjadi pemasok untuk program makan bergizi gratis
(MBG),” kata Wirawan dikonfirmasi, Selasa, 5 Mei 2026.
Sementara, tutur Wirawan, Koperasi Desa Merah Putih yang sudah
memiliki gerai tercatat 19 koperasi. Namun, menurut Wirawan, hal itu
bukan tolok ukur koperasi tersebut aktif atau tidak. “Koperasi ini kan
harus inisiatif atau keberanian dari pengurus koperasi untuk memulai
usahanya,” katanya.
Wirawan mengatakan, jumlah Koperasi Desa Merah Putih di NTB
yang sudah terdaftar di PT Agrinas sebanyak 510 koperasi. Seluruh
Koperasi yang sudah terdaftar itu ditargetkan beroperasi tahun ini.
“Ini termasuk yang selesai masalah lahan, dan segala macammnya.
Artinya, ada yang sudah selesai, dalam proses, dan ada yang baru
memulai. Tapi, mereka sudah terdata dalam sistem Agrinas,” katanya.
Wirawan optimistis dari seluruh KDKMP yang sudah terbentuk di
provinsi itu bisa berjalan sesuai yang ditargetkan pemerintah. Untuk
memastikan hal tersebut, pemerintah akan rapat koordinasi dengan
seluruh kabupaten/kota bagaimana kita merumuskan model bisnis seluruh
Koperasi Desa Merah Putih yang belum beroperasi.
KDMP sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Rapat
tahunan ini bertujuan untuk menentukan arah bisnis. “Yang sudah
melaksanakan RAT atau 60 persen dari target nasional sampai akhir
tahun 70 persen,” tandas Wirawan, tulis dtc. (bian-01)
